Daftar 4 Mal di Surabaya yang Dipagari, Ini Alasannya

Daftar 4 Mal di Surabaya yang Dipagari, Ini Alasannya

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Senin, 20 Jul 2026 10:15 WIB
Sejumlah mall di Surabaya milik Pakuwon Grup dipasang pagar
Sejumlah mal di Surabaya milik Pakuwon Grup dipasang pagar(Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Pemasangan pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menjadi perhatian warganet. Video yang memperlihatkan proses pemasangan pagar di beberapa mal milik Pakuwon Group beredar luas di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi.

Pengelola Pakuwon Group memastikan, pemasangan pagar tersebut tidak berkaitan dengan isu krisis ekonomi maupun kekhawatiran akan kerusuhan. Menurut manajemen, seluruh pekerjaan merupakan bagian dari peningkatan fasilitas keamanan, keselamatan pengunjung, dan peremajaan aset.

Berikut sederet mal yang dipagari dan alasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Pakuwon Mall

Pagar baru dipasang di kawasan Pakuwon Mall Surabaya Barat sebagai respons terhadap pembangunan Radial Road di sekitar kawasan mal. Manajemen menilai, keberadaan pagar diperlukan untuk meningkatkan keselamatan, terutama bagi pejalan kaki yang melintas menuju pusat perbelanjaan.

ADVERTISEMENT

"Awalnya mungkin yang di Pakuwon Mal, ya. Itu kan karena Radial Road baru saja dibangun. Jadi kami mengantisipasi terjadinya kecelakaan, terutama bagi pengunjung yang berjalan kaki ke mal," kata Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi.

2. Tunjungan Plaza

Di Tunjungan Plaza, pemasangan pagar dilakukan karena lokasi mal berada di kawasan yang kerap menjadi titik berlangsungnya aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi.

Menurut manajemen, pagar permanen dipasang agar petugas keamanan tidak perlu lagi memasang dan membongkar barikade portabel setiap kali ada demonstrasi.

"Kalau di TP ini memang sekalian kami bangun pagar untuk pengamanan kalau ada aksi di Grahadi. Daripada pihak keamanan harus bolak-balik menggeret barikade," tegas Sutandi.

3. Royal Plaza

Pagar lama di Royal Plaza diganti karena kondisinya sudah tidak layak digunakan setelah hampir satu dekade. Penggantian dilakukan bersamaan dengan sejumlah mal lain yang memiliki usia pagar hampir sama sehingga proses peremajaan dapat dilakukan secara lebih efisien.

"Besinya sudah keropos. Jadi kami ganti dengan bahan pagar yang lebih kokoh. Karena waktu pemasangannya memang hampir berdekatan, ya kami rencanakan untuk bangun bersama," ujarnya.

4. Pakuwon City Mall

Pakuwon City Mall juga menjalani penggantian pagar dengan alasan yang sama seperti Royal Plaza, yakni untuk memperbarui fasilitas yang sudah menua. Manajemen memilih memasang pagar baru dengan material yang lebih kokoh sebagai bagian dari program peremajaan aset perusahaan.

"Termasuk yang di Pakuwon City Mall," kata Sutandi.

Menanggapi spekulasi yang berkembang di media sosial, Sutandi menegaskan kondisi bisnis Pakuwon Group tetap baik. Ia mengatakan perusahaan terbuka tersebut mencatat kinerja positif sepanjang semester pertama 2026 dan tidak mengalami persoalan sebagaimana isu yang beredar.

"Kalau ekonomi tidak baik-baik saja, justru sebenarnya Pakuwon Group ini sedang bagus di semester pertama tahun 2026 ini. Pakuwon ini kan Tbk., jadi bisa dicek laporan keuangan yang kita buat. Dan kalau kondisi retail pun sampai kemarin libur sekolah, semua baik-baik saja," pungkasnya.



(hil/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads