Pengelola Bantah Krisis Ekonomi di Balik Pemasangan Pagar Sejumlah Mal

Pengelola Bantah Krisis Ekonomi di Balik Pemasangan Pagar Sejumlah Mal

Esti Widiyana - detikJatim
Minggu, 19 Jul 2026 20:15 WIB
Pemasangan pagar di Pakuwon Mall
Pemasangan pagar di Pakuwon Mall. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Manajemen Pakuwon Group angkat bicara demi meluruskan spekulasi liar netizen di media sosial yang mengaitkan pemasangan pagar besi setinggi 2,5 meter di sejumlah mal Surabaya dengan isu krisis ekonomi hingga ketakutan akan penjarahan massal. Pakuwon menegaskan pemasangan pagar untuk peningkatan fasilitas dan peremajaan aset.

Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi mengakui adanya pemasangan pagar secara bertahap di Pakuwon Mall Surabaya, Tunjungan Plaza (TP), Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall. Dia pun menanggapi kekhawatiran dan isu yang telanjur menggelinding di media sosial.

"Awalnya mungkin yang di Pakuwon Mal, ya. Itu kan karena Radial Road baru saja dibangun. Jadi kami mengantisipasi terjadinya kecelakaan, terutama bagi pengunjung yang berjalan kaki ke mal," kata Sutandi saat dihubungi wartawan, Minggu (19/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan untuk di Royal Plaza, kata Sutandi, pemasangan pagar keliling mal itu dalam rangka peremajaan karena sudah hampir 10 tahun pagar yang telah berdiri tidak diganti.

"Besinya sudah keropos. Jadi kami ganti dengan bahan pagar yang lebih kokoh. Karena waktu pemasangannya memang hampir berdekatan, ya kami rencanakan untuk bangun bersama. Termasuk yang di Pakuwon City Mall," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain kedua mal tersebut, pemasangan pagar juga dilakukan di Tunjungan Plaza. Sutandi menyebutkan alasannya karena bangunan mal itu terletak di pusat kota sehingga perlu dipasang pagar. Dia tidak menampik itu berkaitan dengan demo yang sering dilakukan di Gedung Negara Grahadi hingga beberapa ricuh.

"Kalau di TP ini memang sekalian kami bangun pagar untuk pengamanan kalau ada aksi di Grahadi. Daripada pihak keamanan harus bolak-balik menggeret barikade," katanya.

Bantah Spekulasi Warganet Soal Ekonomi

Sutandi membantah munculnya spekulasi warganet tentang adanya persoalan ekonomi di balik pembangunan pagar di mal Pakuwon Grup. Ia menekankan bahwa pagar dibangun murni untuk pengamanan pengunjung dan tidak ada hubungan dengan persoalan ekonomi atau mengantisipasi lainnya.

"Kalau ekonomi tidak baik-baik saja, justru sebenarnya Pakuwon Group ini sedang bagus di semester pertama tahun 2026 ini," ujarnya.

Ia menyebut, bila seluruh laporan keuangan Pakuwon Group dapat dicek secara terbuka di bursa saham. Bahkan momen masa libur sekolah selama dua pekan, kondisi penjualan retail Pakuwon Grup justru dalam kondisi sangat baik.

"Pakuwon ini kan Tbk., jadi bisa dicek laporan keuangan yang kita buat. Dan kalau kondisi retail pun sampai kemarin libur sekolah, semua baik-baik saja," katanya.

Meski begitu, Sutandi mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh warga terkait pembangunan yang dilakukan Pakuwon Grup.

"Kami dari Pakuwon Group sangat berterima kasih atas perhatian, atensi dari semua warga ya. Terutama tentang pembangunan pagar yang dilakukan grup kami," pungkasnya.

Sebelumnya, langkah Pakuwon Group memasang pagar besi hijau yang kokoh secara serentak di mal-mal ikonik mereka sebelumnya sempat memicu desas-desus ekstrem di dunia maya. Sejumlah warganet bahkan mengaitkan barikade tersebut dengan prediksi akan terjadinya gejolak sosial yang masif di pusat kota.

"Desas-desusnya krisis kak jadi takut penjarahan solusinya pada dipagerin mall mall besar. Semoga nggak kejadian ya," ungkap akun @cl***e dalam salah satu kiriman yang viral di TikTok, Minggu (19/7/2026).

Senada dengan hal itu, netizen lain turut berspekulasi bahwa pagar tersebut dipasang sebagai tameng pelindung gedung mewah dari potensi vandalisme.

"Mungkin diprediksi akan terjadi kerusuhan yg masif. Semua gedung mall apartemen hotel dan tempat mewah antisipasi aksi vandalisme pembakaran penjarahan yg merusak," tulis akun @Re*Lun.

Bahkan, ada pula komentar yang mengaitkannya dengan memori kelam masa lalu.

"Sebentar lagi 98 jilid 2 meledak," sahut pemilik akun @An**k B*n.



(abq/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads