Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan ikonik di bawah naungan Pakuwon Group. Belakangan ini, warganet di media sosial dihebohkan oleh fenomena pemasangan pagar besi kokoh di area luar mal-mal tersebut, yang memicu beragam spekulasi.
Berdasarkan pantauan, beberapa pusat perbelanjaan besar yang terkonfirmasi memasang barikade ini meliputi Pakuwon Mall Surabaya, Tunjungan Plaza (TP), Royal Plaza, hingga Pakuwon City Mall.
Pagar besi berwarna hijau dengan ketinggian mencapai sekitar 2,5 meter tersebut mulai terlihat dipasang secara bertahap. Di kawasan Tunjungan Plaza 1, proses pemasangan saat ini masih terus berjalan dan diproyeksikan akan membentang lebih panjang lagi ke beberapa sisi luar gedung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pemandangan serupa juga sudah tampak berjajar rapi di sejumlah area luar Pakuwon Mall Surabaya Barat. Di Royal Plaza sendiri, perombakan pagar sedang berlangsung untuk menggantikan pagar lama bermodel rendah yang sebelumnya sudah eksis.
Fenomena yang terjadi secara serentak ini langsung menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Berbagai spekulasi liar pun bermunculan dari kalangan netizen. Salah satunya, warganet mengaitkan pemasangan pagar ini dengan indikasi penurunan kondisi ekonomi atau bisnis ritel.
Selain itu, ada juga yang mengaitkan pagar tinggi ini sebagai antisipasi menghadapi aksi unjuk rasa terkait gejolak ekonomi yang terjadi. Pagar tersebut disebut-sebut sebagai tameng saat terjadi penjarahan.
"Desas-desus nya krisis kak jadi takut penjarahan solusi nya pada di pagerin mall mall besar. Semoga nggak kejadian ya," demikian ungkap akun @cl***e dilihat detikJatim di salah satu kiriman TikTok, Minggu (19/7/2026).
"Mungkin di prediksi akan terjadi kerusuhan yg masif. semua gedung mall apartemen hotel dan tempat mewah antisipasi aksi vandalisme pembakaran penjarahan yg merusak," demikian komentar @Re***Lu**n dalam kiriman video yang sama.
"Sebentar lagi 98 jilid 2 meledak," demikian sahut pemilik akun @An**k B*n.
Pakuwon Group membantah keras tudingan yang menyebut aksi pemagaran ini sebagai sinyal kemunduran bisnis. Sutandi memaparkan bahwa kondisi keuangan perusahaan justru sedang berada dalam tren yang sangat positif pada semester pertama tahun 2026.
"Kalau ekonomi tidak baik-baik saja, justru sebenarnya Pakuwon Group ini sedang bagus di semester pertama tahun 2026 ini. Pakuwon ini kan Tbk., jadi bisa dicek laporan keuangan yang kita buat. Dan kalau kondisi retail pun sampai kemarin libur sekolah, semua baik-baik saja," kata Sutandi.
Di akhir penjelasannya, manajemen menyampaikan apresiasi besar kepada warga Surabaya yang begitu jeli dan perhatian terhadap setiap langkah pembenahan fasilitas yang dilakukan oleh Pakuwon Group.
