Jembatan di Jalan Raya Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar mengalami keretakan hingga ambles. Kondisi tersebut membuat pengendara yang melintas harus lebih berhati-hati. Kerusakan jembatan diduga dipicu oleh kendaraan angkutan yang kerap melintas dengan muatan melebihi kapasitas atau overload.
Saat ini, pengendara sepeda motor masih dapat melintasi jembatan tersebut. Namun, kendaraan berukuran besar dilarang melintas demi menghindari risiko yang lebih besar. Warga sekitar juga telah memasang tanda peringatan agar kendaraan berat tidak memaksakan diri melintas.
Salah seorang warga, Hadi Isnanto, mengatakan kerusakan jembatan mulai terlihat sekitar dua pekan lalu. Awalnya muncul retakan pada badan jembatan, kemudian beberapa hari terakhir kondisinya semakin parah hingga badan jalan ambles.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya retak sejak dua minggu lalu, empat hari ini tambah parah. Badan jalan ambles, pondasi bagian bawahnya retak. Jadi tidak bisa dilewati truk muatan besar," terangnya di lokasi, Sabtu (18/7/2026).
Hadi menuturkan, jembatan tersebut terakhir kali diperbaiki sekitar empat tahun lalu. Padahal, jalur tersebut merupakan akses utama warga yang menghubungkan sejumlah wilayah sehingga memiliki lalu lintas kendaraan yang cukup padat, termasuk truk pengangkut pasir.
"Jalur ini cukup ramai, biasanya ke arah Kecamatan Wlingi dan sekitarnya. Sering dilalui truk-truk pasir juga. Kemarin sudah ada pengecekan dari Dinas, semoga bisa segera diperbaiki," jelasnya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli Kurniawan membenarkan adanya kerusakan pada jembatan di Desa Sidodadi tersebut. Menurutnya, tim Dinas PUPR telah melakukan pengecekan di lokasi.
Hamdan mengatakan kerusakan jembatan diduga disebabkan kendaraan yang melintas dengan muatan berlebih secara terus-menerus. Saat ini, perbaikan tinggal menunggu jadwal pelaksanaan karena tim masih menyelesaikan pekerjaan di wilayah Rejoso.
"Akibat kendaraan yang overload, jadi menyebabkan jembatan retak. Sudah dicek oleh tim kami, tinggal menunggu pengerjaan perbaikan. Karena saat ini juga masih proses pengerjaan di wilayah Rejoso," tandasnya
