Pemerintah pusat berencana membangun 3 titik flyover baru di Kota Surabaya. Flyover dibangun untuk mendukung integrasi dan kelancaran operasional transportasi publik kereta komuter berbasis listrik Surabaya Regional Railway Line (SRRL).
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono menyebut tiga flyover baru di Kota Surabaya rencananya dibangun di kawasan Pahlawan, Ambengan, dan Bung Tomo.
"Ada tiga flyover nanti akan dikaji. Flyover Ambengan, Flyover Pahlawan, sama Flyover Bung Tomo (untuk mendukung SRRL). Kemudian ada Flyover yang Taman Pelangi (saat ini sudah finalisasi desain) tapi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU)," kata Nyono di Surabaya, Jumat (17/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nyono mengatakan 3 flyover baru di Kota Surabaya rencananya akan dibiayai oleh APBN. Sedangkan SRRL dibiayai oleh luar negeri melalui pinjaman luar negeri dan hibah Pemerintah Jerman melalui bank pembangunan KfW (KfW Development Bank).
"Bukan dari APBD tapi dari APBN. Pembangunannya juga nanti bebarengan dengan SRRL," tambahnya.
Nyono membeberkan proyek SRRL akan mulai dibangun pada tahun 2027 mendatang. Rencananya, proyek SRRL akan selesai pada tahun 2029.
"Insya Allah tahun 2029 selesai. Nanti tahun 2029 digunakan untuk yang SRRL tahap 1A rute Gubeng-Sidoarjo. Mulainya 2027 awal ya, mudah-mudahan," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi mengungkapkan proyek SRRL telah memasuki tahapan awal. Sejak Januari 2026 proses penyusunan Detailed Engineering Design (DED) telah dimulai sebagai penanda dimulainya proyek tersebut.
"Harapannya tahun 2029 proyek bisa selesai dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Surabaya dan sekitarnya," ucapnya.
Sementara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan komitmennya untuk mendukung sektor transportasi perkotaan. Ia menegaskan pentingnya percepatan pembangunan SRRL sebagai moda transportasi massal yang terintegrasi di kawasan aglomerasi Surabaya.
"Kehadiran jaringan perkeretaapian regional diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi Surabaya sekaligus mengurangi kemacetan lalu lintas," jelasnya.
Khofifah optimistis penguatan konektivitas transportasi akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan daya saing Jawa Timur sebagai pusat perdagangan, industri, logistik, dan investasi nasional.
"Koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menghadirkan sistem transportasi yang aman, nyaman, efisien, dan terintegrasi," tandasnya.
