Setelah Pangan Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Energi dan Air

Setelah Pangan Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Energi dan Air

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 17 Jul 2026 18:57 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato usai memimpin panen raya di Kabupaten Malang.
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato usai memimpin panen raya di Kabupaten Malang. (Foto: tangkapan layar/Youtube Sekretariat Kepresidenan)
Malang -

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa Indonesia kini berada dalam momentum kebangkitan besar yang tidak boleh dipandang remeh oleh dunia luar. Presiden mengapresiasi semangat gotong royong seluruh komponen bangsa dalam menciptakan kemandirian pangan.

"Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa. 2 bulan lalu, tepatnya 16 Mei 2026, kita menyaksikan panen raya jagung bersama Polri. Hari ini, kita menyaksikan panen raya TNI. Ada tebu, ada kedelai, ada padi," ucap Prabowo usai memimpin panen raya serentak di Malang, Jumat (17/7/2026).

Dalam pidatonya itu, Prabowo menyatakan komitmen penuh pemerintah untuk mempercepat kedaulatan penuh di sektor pangan, energi, hingga pengelolaan air demi kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden juga mengapresiasi kerja keras seluruh elemen bangsa yang terlibat langsung dalam program strategis ketahanan pangan nasional. Dia menyebut keberhasilan swasembada pangan yang mulai tercapai harus segera diikuti dengan lompatan besar di sektor energi dan penyediaan air bersih di seluruh pelosok tanah air.

"Target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang swasembada energi kita sedang menuju. Swasembada air sedang kita rintis sehingga semua rakyat kita punya akses pada air bersih dan air untuk tanaman," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sebagai langkah konkret menuju swasembada energi, Presiden memaparkan sejumlah capaian mutakhir, termasuk dimulainya operasional blok gas raksasa yang sempat mangkrak selama 28 tahun serta keberhasilan Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memproduksi bahan bakar B50.

Mulai Juli ini, kata Prabowo, Indonesia secara resmi menghentikan impor solar dari luar negeri karena seluruh kebutuhan telah dipenuhi secara mandiri melalui pemanfaatan hilirisasi kelapa sawit domestik yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian para petani sawit nasional.

"Kita sekarang menghasilkan solar dari kelapa sawit. Dari mulai bulan Juli ini kita tidak impor solar lagi dari luar negeri. Duit baik, uang itu beredar di Indonesia. Dinikmati oleh petani-petani sawit di seluruh Indonesia," jelasnya.

Tidak hanya itu, Prabowo juga menaruh perhatian besar pada percepatan sektor perkebunan dengan memerintahkan peremajaan total lahan tebu di Indonesia yang telah terabaikan selama 12 tahun terakhir.

Menanggapi laporan dari Menteri Pertanian terkait target peremajaan 100 ribu hektare lahan tebu per tahun yang direncanakan tuntas 4 tahun, Presiden Prabowo secara tegas meminta percepatan agar program vital tersebut dapat dirampungkan dalam kurun waktu dua tahun saja demi mempercepat kemandirian gula nasional.

Di sisi lain, Prabowo menegaskan momentum kebangkitan ekonomi dan kedaulatan ini dibarengi dengan tindakan tegas pemerintah dalam memberantas segala bentuk praktik ilegal yang merugikan negara. Dia menyatakan bahwa dirinya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap segala lini usaha gelap yang merongrong kekayaan alam bumi pertiwi.

"Kita sedang mengadakan penertiban besar-besaran terhadap semua kegiatan-kegiatan yang ilegal, penyelundupan, kegiatan tambang ilegal, kegiatan perkebunan ilegal, kegiatan perikanan ilegal, permainan-permainan dagang yang ilegal," tegasnya.

"Pekerjaan kita besar, tapi Insyaallah dengan tekad, dengan hati, dengan kehendak, kita akan mencapai yang akan kita lakukan. Kita tidak mau toleransi! Saya tidak toleransi sebagai Presiden yang dipercaya rakyat. Saya tidak ragu-ragu," ujarnya.

Presiden Prabowo kembali mengingatkan jajaran kabinet dan aparat pertahanan bahwa tantangan mengentaskan kemiskinan dan ketertinggalan memerlukan kerja ekstra yang nyata. Dengan kondisi ekonomi nasional yang dilaporkan oleh Menteri Keuangan stabil di tengah gejolak global di tengah gejolak global, pemerintah optimistis seluruh langkah besar saat ini akan menuntun Indonesia keluar sebagai bangsa mandiri yang disegani di kancah internasional.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads