Sosok Serda Hengky yang Gugur dalam Ledakan Gudang Amunisi Madiun

Sosok Serda Hengky yang Gugur dalam Ledakan Gudang Amunisi Madiun

Sugeng Harianto - detikJatim
Jumat, 17 Jul 2026 19:10 WIB
Mendiang Serda Hengky semasa hidup bersama istri. Serda Hengky meninggal akibat ledakan di gudang amunisi TNI AD di Madiun.
Mendiang Serda Hengky semasa hidup bersama istri. Serda Hengky meninggal akibat ledakan di gudang amunisi TNI AD di Madiun. (Foto: Sugeng Harianto/detikJatim)
Madiun -

Duka mendalam dirasakan Fitria Chandra irawan (32), istri dari Serda Hengky Noto Susanto (36), prajurit TNI yang gugur dalam insiden ledakan di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Puspalad, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Di mata keluar, almarhum dikenal sosok yang penuh tanggung jawab pada keluarga dan tidak pernah ingin merepotkan.

"Suami saya sangat tanggung jawab pada keluarga dan tidak mau merepotkan. Segala sesuatu selalu diselesaikan sendiri. Seperti mengurus semua persiapan acara dinas saya yang akan tugas ke Solo semua di persiapkan," ujar Fitri kepada detikJatim ditemui di rumah duka, di Desa Sidorejo, Kebonsari, Jumat (17/7/2026).

Fitria yang berdinas di RS DKT Kota Madiun mengaku suaminya sangat rajin ibadah dan selalu mengingatkan anak dan istri untuk ibadah. Serda Hengki sebagai sosok yang sederhana dan religius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selalu mengingatkan ibadah anak istri," papar Fitria.

Menurut Fitria, almarhum selalu diantar istri saat berangkat tugas hingga halaman rumah tempat dirinya melambaikan tangan dan motor suaminya tak terlihat lagi saat belok di jalan yang berjarak sekitar 100 meter.

ADVERTISEMENT

"Saya selalu siapkan makanan antar berangkat kerja sampai lambaikan tangan saya hingga tak terlihat belokan di jalan," tutur Fitria.

Almarhum Hengky yang meninggalkan 2 anak perempuan, satu kelas 6 SD dan laki-laki usia 5 tahun, dikenal sebagai suami yang disiplin. Setiap hari almarhum berangkat tugas naik motor dengan jarak sekitar 45 Km.

"Setiap hari naik motor pulang pergi," papar Fitria.

Fitria mengaku mendapatkan kabar musibah sang suami Kamis siang sekitar pukul 10. 00 WIB. Saat mendapatkan kabar musibah dirinya masih berdinas di RS DKT sebagai bidan.

"Saya siang dapat kabar masih di kantor," tandas Fitria.

Pantauan detikJatim di rumah duka, deretan karangan bunga ucapan belasungkawa memenuhi halaman rumah Serda Hengki Noto Susanto. Prajurit TNI yang gugur dalam insiden ledakan di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Puspalad, Kecamatan Saradan, Madiun.

Sebelumnya, ledakan di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Jalan Raya Madiun-Surabaya, Kecamatan Saradan terjadi pada Kamis (16/7). Insiden itu mengakibatkan satu prajurit TNI gugur, sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka dan sempat menjalani perawatan medis di RSUD Caruban.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads