Seluruh korban luka akibat ledakan di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, telah dipindahkan dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Caruban. Keenam korban kini menjalani perawatan di ruang rawat inap setelah kondisi mereka berangsur membaik.
Sebelumnya, sumber detikJatim sempat menyebut dua korban sudah diperbolehkan pulang. Namun hal ini ditampik oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Caruban Selly Fitriani.
Ia mengatakan, seluruh pasien masih menjalani perawatan dan belum ada yang diperbolehkan pulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah membaik (pasien) di pindah ruang perawatan semua ada enam (belum ada dipulangkan)," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Caruban, Selly Fitriani, dalam pesan singkatnya kepada detikJatim, Jumat (17/7/2026).
Selly menjelaskan, enam korban yang sebelumnya menjalani penanganan intensif di IGD kini telah dipindahkan ke ruang perawatan karena kondisi kesehatannya terus menunjukkan perkembangan positif. Dengan demikian, informasi sebelumnya mengenai dua korban yang disebut telah dipulangkan dipastikan tidak benar.
"Masih perawatan," papar Selly.
Saat dimintai keterangan mengenai kondisi luka yang dialami para korban, Selly meminta agar informasi lebih lanjut dikonfirmasi kepada pihak TNI.
"Maaf untuk pernyataan lanjutan konfirmasi ke pihak TNI langsung," tandas Selly.
Sebelumnya, ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Jalan Raya Madiun-Surabaya, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (16/7/2026). Insiden tersebut mengakibatkan satu prajurit TNI gugur, sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis.
