- Apakah Ada Doa atau Amalan Khusus di Bulan Safar?
- Mengapa Bulan Safar Sering Dikaitkan dengan Kesialan?
- Doa Bulan Safar yang Banyak Diamalkan
- Doa-doa yang Dianjurkan Rasulullah untuk Dibaca di Bulan Safar 1. Doa Memohon Perlindungan dari Segala Keburukan 2. Doa Memohon Keselamatan Dunia dan Akhirat 3. Doa Agar Dijauhkan dari Musibah 4. Doa Pagi dan Petang 5. Doa Memohon Keberkahan Hidup
- Keutamaan Berdoa di Bulan Safar
Memasuki bulan Safar, masih banyak umat Islam yang bertanya-tanya apakah ada doa atau amalan khusus yang dianjurkan untuk diamalkan. Tidak sedikit pula yang mengaitkan bulan ini dengan berbagai mitos tentang kesialan sehingga muncul tradisi membaca doa tertentu agar terhindar dari musibah.
Padahal, Islam memiliki penjelasan yang cukup tegas mengenai bulan Safar. Lantas, apakah benar ada doa khusus di bulan Safar? Bagaimana pandangan para ulama, dan doa apa saja yang dianjurkan untuk dibaca? Simak penjelasan lengkapnya berikut.
Apakah Ada Doa atau Amalan Khusus di Bulan Safar?
Secara syariat, tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus memerintahkan membaca doa tertentu atau melakukan ibadah khusus hanya karena memasuki bulan Safar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari laman BAZNAS RI, muslim tetap dianjurkan memperbanyak doa, zikir, istigfar, membaca Al-Qur'an, sedekah, dan berbagai amal saleh sebagaimana pada bulan-bulan lainnya.
Artinya, bukan karena Safar memiliki ibadah khusus, melainkan karena doa merupakan ibadah yang dianjurkan setiap waktu. Hal senada juga sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang menolak anggapan bahwa bulan Safar merupakan bulan pembawa sial.
Karena itu, muslim tidak boleh meyakini bahwa datangnya musibah berkaitan dengan waktu tertentu, termasuk bulan Safar. Sebaliknya, bulan Safar menjadi momentum untuk semakin memperbanyak ibadah dan bertawakal kepada Allah SWT.
Mengapa Bulan Safar Sering Dikaitkan dengan Kesialan?
Salah satu alasan munculnya pertanyaan mengenai doa bulan Safar adalah karena masih berkembangnya anggapan bahwa Safar merupakan bulan yang membawa kesialan. Padahal, Rasulullah SAW telah meluruskan keyakinan tersebut melalui hadis sahih.
لَا عَدْوَى، وَلَا طِيَرَةَ، وَلَا هَامَّةَ، وَلَا صَفَرَ
Arab Latin: La 'adwa, wa la thiyarata, wa la hammah, wa la shafara.
Artinya: Tidak ada penularan penyakit tanpa izin Allah, tidak ada thiyarah (kesialan karena pertanda buruk), tidak ada hamah (burung pembawa sial), dan tidak ada bulan Safar. (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menjadi dasar bahwa Islam menolak segala bentuk tathayyur atau keyakinan terhadap kesialan karena waktu, bulan, atau tanda tertentu.
Karena itu, memperbanyak doa di bulan Safar bukan dilakukan karena meyakini Safar membawa musibah, melainkan sebagai bentuk ibadah dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT sebagaimana dianjurkan setiap saat.
Doa Bulan Safar yang Banyak Diamalkan
Dikutip dari NU Online, meski tidak ada doa khusus yang berasal dari hadis sahih, terdapat doa yang cukup populer yang bisa dibaca sebagian umat Islam ketika memasuki bulan Safar.
Salah satu doa bulan Safar tersebut merupakan doa yang disusun Habib Abu Bakar Al-'Adni sebagaimana dikutip dalam kitab Mandzûmah Syarhil Atsar fî Mâ Warada 'an Syahris Shafar.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّ هٰذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ، وَأَسْأَلُكَ بِجَلَالِكَ وَجَلَالِ وَجْهِكَ وَكَمَالِ جَلَالِ قُدْسِكَ أَنْ تُجِيْرَنِيْ وَوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِيْ وَأَهْلِيْ وَأَحْبَابِيْ وَمَا تُحِيْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِيْ مِنْ شَرِّ هٰذِهِ السَّنَةِ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيْهَا، وَاصْرِفْ عَنِّيْ شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ، يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ، وَاخْتِمْ لِيْ فِيْ هٰذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلَامَةِ وَالْعَافِيَةِ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِيْ وَلِأَهْلِيْ وَمَا تَحُوْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِيْ وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هٰذَا الشَّهْرِ، وَمِنْ كُلِّ شِدَّةٍ وَبَلَاءٍ وبَلِيَّةٍ قَدَّرْتَهَا فِيْهِ يَا دَهْرَ، يَا مَالِكَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ، يَا عَالِمًا بِمَا كَانَ وَمَا يَكُوْنُ، وَمَنْ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا قَالَ لَهُ: (كُنْ فَيَكُوْنُ) يَا أَزَلِيُّ يَا أَبَدِيُّ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ يَاذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَاذَا الْعَرْشِ الْمَجِيْدِ أَنْتَ تَفْعَلُ مَا تُرِيْدُ اَللّٰهُمَّ احْرِسْ بِعَيْنِكَ أَنْفُسَنَا وَأَهْلَنَا وَأَمْوَالَنَا وَوَالِدِيْنَا وَدِيْنَنَا وَدُنْيَانَا الَّتِيْ ابْتَلَيْتَنَا بِصُحْبَتِهَا، بِبَرَكَةِ الْأَبْرَارِ وَالْأخْيَارِ، وَبِرَحْمَتِكَ يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ، يَاكَرِيْمُ يَاسَتَّارُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللّٰهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى، وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَنِ، يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ، اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ يَا مُجْمِلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنَا اللّٰهُمَّ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَجْمَعِيْن
Arab Latin: Bismilahirrahmanirrahim, wa shallallahu ta'âla 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala âlihi wa shahbihi ajma'în. A'ûdzu billahi min syarri hadzaz zaman wa ahlihi, wa as`aluka bi jalâlika wa jalâli wajhika wa kamâli jalâli qudsika an tujîrani wa walidayya wa ahlî wa ahbâbi wa mâ tuhîthuhu syafaqatu qalbi min syarri hadzas sanati, wa qini syarra mâ qhaddaita fîha, washrif 'anni syarra syahri shafar, yâ Karîman nazhar, wakhtim lî fî hâdzas syahri wad dahri bis salamati wal 'afiyati lî wa liwâdayya wa aulâdi wa li ahli wa mâ tahûthuhu syafaqatu qalbi wa jamî'il muslimîn, wa shallallahu ta'âla 'ala sayyidina Muhammadin wa 'alâ âli wa shahbihi wa sallam. Allahumma innâ na'udzubika min syarri hadzas syahri, wa min kulli syiddatin wa balâin wa baliyyatin qaddartahâ fîhi yâ dahru, ya mâlikad dunya wal akhirat, ya 'âliman bima kâna wa mâ yakûnu, wa man idzâ arâda syai`an qâla lahu: (kun fayakûn) yâ azaliyyu ya abadiyyu ya mubdi-u ya mu'id ya dzal jalâli wal ikrâm, ya dzal 'arsyil majîd anta taf'alu mâ turîd. Allahummahris bi 'anika anfusana wa ahlana wa amwalana wa wâlidina wa dînana wa dunyânal latî ibtalaina bi suhbatiha, bi barakatil abrâri wal akhyâri, wa birahmatika ya 'azîzu yâ ghaffâru, yâ karîmu yâ sattâru yâ arhamar râhimin. Allahuma yâ syadîdal qawiyyi wa yâ syadidal mihani, yâ 'azîzu dzallat li'izzatika jamîu khalkika, ikfîni min jami'i khalkika, yâ Muhsinu yâ Mujmilu yâ Mutafaddhil, yâ Mun'im, ya Mutakarrim, yâ man lâ ilaha illa Anta, irhamnâ allahumma bi rahmatika yâ arhamar rahimîn. Wa shallallahu ta'âla 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala âlihi wa shahbihi ajma'în.
Artinya: Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah selalu memberi rahmat kepada Tuan kami, Muhammad saw dan keluarganya serta sahabatnya semuanya. Aku berlindung dari keburukan zaman ini dan orang-orang yang memiliki keburukan itu, dan aku memohon dengan wasilah keagungan-Mu dan keagungan keridhaan-Mu serta keagungan kesucian-Mu, supaya Engkau melindungiku, kedua orang tuaku, keluargaku, orang-orang yang aku cintai dan sesuatu yang diliputi kasih sayangku, dari keburukan tahun ini, dan cegahlah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan di dalamnya.
Palingkanlah dariku keburukan di bulan Safar, wahai Dzat Yang Memiliki Pandangan Yang Mulia. Akhirilah aku di bulan ini, di waktu ini dengan keselamatan dan sejahtera bagi kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, dan sesuatu yang diliputi kasih sayangku seluruhnya. Semoga Allah selalu memberi rahmat dan keselamatan kepada tuan kami Muhammad saw dan keluarganya serta sahabatnya.
Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari keburukan bulan ini, dan dari segala kesukaran, bencana dan cobaan yang telah Engkau takdirkan di dalamnya, wahai Ad-Dahr (Allah), wahai sang pemilik dunia dan akhirat, wahai Zat Yang Maha mengetahui sesuatu yang telah terjadi dan yang akan terjadi, wahai Zat yang apabila menghendaki sesuatu mengucapkan: Kun fayakun, Wahai yang Zat yang tidak terikat waktu, wahai Zat yang abadi, wahai Zat yang menciptakan segala sesuatu, wahai Zat yang mengembalikan segala sesuatu, wahai Zat pemilik keagungan dan kemuliaan, wahai Zat pemilik 'Arsyi yang mulia, Kau maha melakukan apa yang Kau kehendaki.
Ya Allah jagalah diri kami dengan pandangan-Mu, dan keluarga kami, harta kami, orang tua kami, agama kami, dunia yang kami dicoba untuk menghadapinya, dengan wasilah keberkahan orang-orang yang baik dan pilihan, dan dengan kasih sayang-Mu wahai yang maha perkasa, maha pengampun, maha mulia, maha menutup aib, duhai yang paling maha penyayang di antara para penyayang.
Wahai Allah, wahai Zat yang sungguh amat kuat, Zat yang cobaannya sangat berat, wahai yang maha perkasa, yang mana seluruh mahluk-Nya tunduk karena keperkasaan-Mu, jagalah aku dari semua mahluk-Mu, wahai yang maha memperbagus, yang maha memperindah, yang maha memberikan keutamaan, yang maha memberikan kemuliaan, Yang Siapa tiada tuhan kecuali Engkau, kasih sayangilah kami dengan rahmat-Mu wahai Zat paling penyayang di antara para penyayang. Semoga Allah selalu memberi rahmat dan kepada tuan kami Muhammad SAW, dan keluarganya serta sahabatnya semua.
Doa tersebut berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT agar diri sendiri, keluarga, serta orang-orang yang dicintai dijauhkan dari berbagai keburukan, diberikan keselamatan, kesehatan, serta keberkahan sepanjang bulan Safar dan waktu-waktu berikutnya.
Doa ini memang sangat lekat dengan tradisi Rebo Wekasan. Meski demikian, doa tersebut pada hakikatnya merupakan doa yang berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT sehingga tidak ada larangan membacanya kapan saja sebagai bentuk munajat kepada Allah.
Doa-doa yang Dianjurkan Rasulullah untuk Dibaca di Bulan Safar
Meskipun tidak ada doa yang dikhususkan untuk bulan Safar berdasarkan dalil sahih, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak doa yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih. Doa-doa tersebut dapat dibaca saat memasuki bulan Safar, sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan, keselamatan, dan keberkahan.
1. Doa Memohon Perlindungan dari Segala Keburukan
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Arab Latin: Allahumma inni a'udzu bika min syarri ma khalaq.
Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala yang Engkau ciptakan. (HR Muslim)
Doa ini mengajarkan umat Islam untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala bentuk keburukan. Sebagaimana dijelaskan BAZNAS RI, doa tersebut dapat diamalkan kapan saja, termasuk saat memasuki bulan Safar.
2. Doa Memohon Keselamatan Dunia dan Akhirat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Arab Latin: Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina 'adzaban-nar.
Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka. (QS Al-Baqarah: 201)
Doa yang terdapat dalam QS Al-Baqarah ayat 201 ini mencakup permohonan kebaikan di dunia dan akhirat sekaligus perlindungan dari siksa neraka. Karena itu, doa ini menjadi salah satu doa yang dianjurkan untuk diamalkan oleh setiap muslim.
3. Doa Agar Dijauhkan dari Musibah
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
Arab Latin: Allahumma inni a'udzu bika min zawali ni'matik, wa tahawwuli 'afiyatik, wa faja'ati niqmatik, wa jami'i sakhathik.
Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya kesehatan-Mu, datangnya hukuman-Mu, dan segala kemurkaan-Mu. (HR Muslim)
Melalui doa ini, Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam agar memohon perlindungan dari hilangnya nikmat, berubahnya kesehatan, serta datangnya musibah secara tiba-tiba. Doa ini dapat dibaca kapan saja sebagai bentuk ikhtiar dan tawakal kepada Allah SWT.
4. Doa Pagi dan Petang
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Arab Latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma'asmihi syai'un fil-ardhi wa la fis-sama'i wa huwas-sami'ul 'alim.
Artinya: Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi maupun di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (HR Abu Dawud)
Doa ini termasuk zikir pagi dan petang yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca setiap hari. Membiasakannya menjadi salah satu ikhtiar memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai keburukan.
5. Doa Memohon Keberkahan Hidup
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Arab Latin: Allahumma barik lana fi ma razaqtana, wa qina 'adzaban-nar.
Artinya: Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang Engkau berikan, dan lindungilah kami dari siksa neraka.
Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT melimpahkan keberkahan atas rezeki yang diberikan sekaligus melindungi hamba-Nya dari azab neraka. Membacanya dapat menjadi pengingat untuk selalu bersyukur dan berharap kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.
Keutamaan Berdoa di Bulan Safar
Berdoa merupakan ibadah yang memiliki kedudukan sangat tinggi dalam Islam. Allah SWT berfirman: "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu',". (QS Ghafir ayat 60)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa tidak ada pembatasan waktu dalam berdoa. Bulan Safar pun menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan amal saleh.
Tidak terdapat doa khusus bulan Safar berdasarkan dalil sahih. Oleh sebab itu, seorang muslim tidak boleh meyakini adanya bacaan tertentu yang wajib dibaca hanya karena memasuki bulan Safar.
Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW: "Barang siapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak". (HR Muslim)
Meski begitu, ada doa yang dinukil dari karya Habib Abu Bakar Al-'Adni sebagai salah satu doa yang boleh dibaca sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Doa tersebut diposisikan sebagai doa yang berisi munajat, bukan sebagai ibadah khusus yang diwajibkan atau disunahkan secara spesifik hanya pada bulan Safar.
Dengan demikian, umat Islam tetap dapat membacanya selama tidak meyakini bahwa doa tersebut memiliki keutamaan khusus yang ditetapkan syariat hanya karena dibaca pada bulan Safar.
Kesimpulannya, tidak terdapat doa maupun amalan khusus yang secara sahih disyariatkan hanya karena memasuki bulan Safar. Namun, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak doa, zikir, membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan amal saleh lainnya sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW.
Jika ingin membaca doa yang dinukil NU Online dari karya Habib Abu Bakar Al-'Adni, doa tersebut dapat diamalkan sebagai bentuk munajat kepada Allah SWT tanpa meyakini adanya keutamaan khusus yang hanya berlaku pada bulan Safar.
