Banyuwangi Dipilih Jadi Tuan Rumah Forum Internasional ASEAN-ID Blue 2026

Banyuwangi Dipilih Jadi Tuan Rumah Forum Internasional ASEAN-ID Blue 2026

Eka Rimawati - detikJatim
Selasa, 14 Jul 2026 16:00 WIB
Banyuwangi terpilih sebagai tuan ruamh forum ASEAN-ID Blue 202
Banyuwangi terpilih sebagai tuan ruamh forum ASEAN-ID Blue 202 (Foto: Dok. Istimewa)
Banyuwangi -

Kabupaten Banyuwangi bersiap mencatatkan sejarah baru di panggung diplomasi internasional. Ujung timur Pulau Jawa ini resmi ditunjuk menjadi episentrum pertemuan global bertajuk ASEAN-ID Blue, sebuah forum tingkat tinggi yang mempertemukan negara-negara ASEAN dan mitra strategis dunia pada 17-18 Juli 2026.

Terpilihnya Banyuwangi menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan laut berkelanjutan berbasis kemasyarakatan di daerah ini telah diakui di level dunia. Forum bergengsi ini diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang berkolaborasi erat dengan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MFAT).

Rencananya, delegasi dari negara anggota ASEAN, East Asia Summit (EAS), hingga anggota Pacific Islands Forum (PIF) akan hadir langsung di Bumi Blambangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN (KSEA) Kemenlu Adhyanti Sardanarini Wirajuda mengatakan, forum ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat arsitektur ekonomi biru di kawasan.

ADVERTISEMENT

Sebuah pendekatan pembangunan modern yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir secara berkelanjutan. Tujuannya adalah memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem laut.

Secara spesifik, forum internasional ini akan membedah beberapa poin krusial, di antaranya Akselerasi konservasi dan tata kelola sumber daya kelautan, Penguatan rantai nilai (value chain) sektor perikanan global, Pemberdayaan pelaku usaha perikanan, nelayan tradisional, UMKM, dan koperasi serva Peluang investasi baru antara ASEAN dan negara-negara mitra Pasifik.

"Forum ini bukan sekadar rapat formal, melainkan wadah sharing best practice yang inklusif. Kami mempertemukan para pengambil kebijakan langsung dengan pelaku usaha sektor kelautan dan nelayan yang bergerak di garis depan," ujar Adhyanti pada Selasa (14/7/2026).

Adhyanti menilai, Kabupaten dengan julukan Sunrise of Java ini sukses mengawinkan konsep konservasi laut dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi warganya secara harmonis. Di Banyuwangi, sektor perikanan, pariwisata bahari, UMKM, dan pemberdayaan masyarakat lokal tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan melebur dalam satu ekosistem pembangunan daerah.

"Praktik baik (good practice) inilah yang ingin Indonesia pamerkan kepada dunia. Peserta dari berbagai negara akan melihat langsung bagaimana denyut ekonomi daerah, pariwisata, dan pelestarian alam bisa berjalan beriringan tanpa saling merusak," jelasnya lebih lanjut.

Merespons kepercayaan internasional ini, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut, agenda ini merupakan momentum emas yang sangat strategis bagi daerahnya.

"Ini adalah kesempatan langka bagi Banyuwangi untuk menyerap ilmu, teknologi, dan pengalaman dari negara-negara maju di ASEAN dan Pasifik. Kami berharap forum ini membuka keran kolaborasi yang lebih luas, terutama untuk mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir kita agar naik kelas ke level global," tegas Ipuk optimis.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads