16 Pasar Tradisional di Surabaya Direvitalisasi

Aprilia Devi - detikJatim
Kamis, 16 Jul 2026 16:00 WIB
Pasar Pucang Anom, Surabaya/Foto: Aprilia Devi/detikJatim
Surabaya -

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merevitalisasi 16 pasar tradisional. Hal itu untuk meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, sekaligus mendorong daya saing pasar tradisional.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya Iman Krestian menjelaskan, 16 pasar yang direvitalisasi meliputi Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Wonokromo, Pasar Karah, dan Pasar Kedungsari.

Kemudian, Pasar Genteng, Pasar Babaan Baru, Pasar Kapasan, Pasar Pucang Anom, Pasar Pecindilan, serta Pasar Dukuh Kupang. Lalu, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, Pasar Pakis, dan Pasar Krembangan.

Menurut Iman, progres revitalisasi berjalan sesuai tahapan. Beberapa pasar bahkan telah memasuki tahap akhir pengerjaan yakni finishing. Seperti di Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, dan Pasar Babaan Baru.

"Sebagian lainnya masih berada pada tahap pekerjaan struktur, utilitas, saluran, maupun proses pengadaan atau tender, sehingga seluruh pekerjaan berjalan bertahap sesuai jadwal pelaksanaan masing-masing," jelas Iman, Kamis (16/7/2026).

Revitalisasi tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan pasar, tetapi juga menambah kapasitas lapak di sejumlah lokasi, seperti Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Simogunung.

Selain itu, pekerjaan juga mencakup peningkatan kualitas sanitasi, drainase, utilitas, hingga penyediaan fasilitas pendukung agar pasar menjadi lebih bersih, aman, dan nyaman.

"Dalam revitalisasi tersebut juga dilakukan penambahan fasilitas pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), grease trap, sentra pemotongan unggas, hingga fasilitas pelayanan pasar lainnya," bebernya.

Pemkot juga menata zonasi pedagang untuk mengurangi keberadaan pasar tumpah yang selama ini kerap mengganggu arus lalu lintas.

"Di samping itu, juga untuk memenuhi standar pasar rakyat yang lebih modern sehingga mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat," terangnya.

Iman menyebut total anggaran revitalisasi 16 pasar tersebut mencapai sekitar Rp 20 miliar. Dana itu digunakan untuk peningkatan infrastruktur, perbaikan fasilitas, penataan kawasan, hingga pembangunan sarana pendukung sesuai kebutuhan masing-masing pasar.

Adapun penyelesaian revitalisasi dilakukan secara bertahap. Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Babaan Baru, dan Pasar Karah ditargetkan rampung pada Juli 2026.

Selanjutnya, Pasar Kedungsari, Pasar Kapasan, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, dan Pasar Kembang ditargetkan selesai pada Agustus 2026. Sementara Pasar Wonokromo, Pasar Genteng, dan Pasar Pucang Anom ditargetkan rampung pada September 2026.

Sedangkan Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, dan Pasar Pakis dijadwalkan selesai pada Desember 2026. Untuk Pasar Tembok Dukuh, mayoritas pekerjaan utama telah rampung dan kini tinggal penyelesaian tahap akhir.



Simak Video "Surabaya Printing Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong Transformasi Industri Grafika"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork