Kisah Guru di Pesisir Sidoarjo Tetap Mengajar Saat SD Terendam Banjir Rob

Kisah Guru di Pesisir Sidoarjo Tetap Mengajar Saat SD Terendam Banjir Rob

Suparno - detikJatim
Kamis, 16 Jul 2026 14:45 WIB
Perjuangan Guru di Pesisir Sidoarjo, Tempuh Perahu Hampir Sejam Saat Banjir Rob
Perjuangan Guru di Pesisir Sidoarjo, Tempuh Perahu Hampir Sejam Saat Banjir Rob. (Foto: Suparno)
Sidoarjo -

Banjir rob yang rutin melanda kawasan pesisir Kabupaten Sidoarjo tak hanya menggenangi permukiman warga. Air pasang juga merendam SD Negeri Sawohan 2 di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran. Namun, kondisi itu tak menyurutkan semangat para guru untuk tetap mengajar.

Setiap kali rob datang, para guru harus berjuang menembus genangan demi memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung. Perjalanan menuju sekolah pun tidak mudah. Mereka harus menempuh perjalanan hampir satu jam menggunakan perahu.

Salah satu guru kelas V SDN Sawohan 2, Ahmad Fadholi mengatakan, banjir rob sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Meski demikian, para guru tetap berangkat ke sekolah demi memberikan pendidikan kepada anak-anak di wilayah pesisir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau banjir rob, kami tetap mengajar demi mencerdaskan para siswa untuk meraih cita-citanya. Perjalanan menuju sekolah sekitar 55 menit, sedangkan saat pulang setelah selesai mengajar juga harus naik perahu dengan waktu hampir satu jam," kata Ahmad Fadholi, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut sudah menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi para guru. Meski sarana dan prasarana sekolah sangat terbatas, seluruh tenaga pendidik tetap berupaya hadir dan memberikan pelayanan pendidikan kepada para siswa.

ADVERTISEMENT

Tidak hanya mengajar, para guru juga harus membersihkan ruang kelas yang kerap terendam banjir sebelum proses belajar mengajar dimulai. Lumpur yang masuk ke dalam kelas serta fasilitas belajar yang rusak menjadi pemandangan yang sering mereka hadapi.

"Kadang sebelum mengajar kami harus membersihkan ruang kelas terlebih dahulu supaya anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman," ujarnya.

Fadholi mengaku merasa prihatin melihat semangat para siswa yang tetap datang ke sekolah meski harus melewati banjir. Tak jarang mereka tiba dengan seragam yang basah akibat genangan rob.

"Kami sedih sekaligus bangga melihat semangat anak-anak. Mereka tetap datang ke sekolah walaupun kondisi banjir, bahkan ada yang seragamnya basah," ungkapnya.

Selain mengganggu aktivitas belajar, banjir rob yang bisa bertahan hingga sekitar sepekan juga membawa risiko kesehatan. Mulai dari penyakit kulit, masuk angin, hingga ancaman ular dan serangga yang terbawa arus air.

Meski harus menghadapi medan yang berat, ruang kelas yang terendam, hingga berbagai risiko tersebut, para guru SDN Sawohan 2 tetap menjalankan tugas mereka dengan penuh dedikasi. Bagi mereka, banjir rob bukan alasan untuk menghentikan langkah mencerdaskan anak-anak di pesisir Sidoarjo.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads