PT KAI Daop 8 Surabaya buka suara terkait kasus dugaan penguntitan terhadap seorang penumpang perempuan di Commuter Line Supas yang viral di media sosial. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Selasa (14/7/2026) malam.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menyebut, pihaknya telah melakukan penelusuran terkait kasus tersebut. Pelaku dipastikan bukan merupakan pegawai KAI Group.
"Dari hasil penelusuran kami, dapat kami sampaikan bahwa terduga pelaku yang dimaksud dalam utas Threads tersebut bukan pegawai KAI Group," ujar Mahendro saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (16/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kata Mahendro, terduga pelaku diduga merupakan penumpang umum yang memiliki kebutuhan khusus atau disabilitas.
KAI pun tidak menjatuhkan sanksi berupa blacklist terhadap yang bersangkutan. Namun, pengawasan akan diperketat jika terduga pelaku kembali menggunakan Commuter Line.
"Karena pertimbangan asas kemanusiaan, untuk saat ini pilihan tersebut (blacklist) tidak kami lakukan. Kami akan lebih meningkatkan pengawasan apabila yang bersangkutan naik kereta api," katanya.
Selain itu, Mahendro mengungkapkan, terkait petugas yang disebut tidak membantu korban saat peristiwa itu terjadi akan dievaluasi.
"Terkait petugas yang ada di kereta makan tidak membantu saat ada yang memerlukan perlindungan, hal tersebut menjadi evaluasi dan koreksi bagi kami," ungkapnya.
Ia memastikan seluruh pegawai KAI Group akan diberikan pemahaman agar membantu penumpang yang membutuhkan pertolongan ketika berada di lingkungan KAI.
"Kami akan lakukan upaya dan memberikan pemahaman bahwa seluruh pegawai KAI Group wajib membantu dan melayani penumpang KA pada saat berada di lingkungan KAI, meskipun sedang tidak berdinas," tegasnya.
Mahendro juga mengimbau penumpang agar penumpang tetap tidak ragu meminta bantuan kepada petugas apabila memerlukan.
"Kami juga mengimbau para penumpang, apabila memang membutuhkan bantuan dari petugas pada saat menaiki KA untuk tidak segan dan sungkan meminta bantuan," pungkasnya.
Sebelumnya, seorang penumpang perempuan mengaku menjadi korban dugaan penguntitan oleh pria tak dikenal saat menaiki Commuter Line Supas (459) rute Waru-Sidoarjo pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 19.17 WIB.
Merasa tidak nyaman, korban sempat mencari pertolongan dengan duduk di kursi yang sempat diduduki petugas. Ia menduga petugas tersebut sedang off duty. Menurutnya, petugas itu berkata bahwa orang aneh yang menguntit korban adalah temannya.
Kemudian korban mengaku respons yang diterima justru membuatnya semakin kecewa. Korban juga sempat mendengar kata-kata lain dari petugas yang semakin membuatnya tidak nyaman.
