Ada 8 SD di Kota Batu yang Kekurangan Murid Baru, Ini Sebabnya

Ada 8 SD di Kota Batu yang Kekurangan Murid Baru, Ini Sebabnya

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Selasa, 14 Jul 2026 13:45 WIB
Siswa Siswi baru di SD Immanuel Kota Batu.
Ilustrasi murid SD baru (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Batu -

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Batu menyisakan tantangan tersendiri. Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu mencatat ada delapan SD di wilayahnya yang saat ini masih sangat minim mendapatkan murid baru.

Plt Kabid Pembinaan SD Dindik Kota Batu, Dina, mengungkapkan bahwa delapan sekolah tersebut saat ini hanya memiliki siswa baru di bawah atau pas 10 anak saja. Namun, pihak dinas memperkirakan jumlah ini masih bisa bergerak dinamis dalam beberapa pekan ke depan.

"Ada delapan sekolah yang saat ini jumlah murid baru kurang dari 10 atau berjumlah 10 anak. Kenapa saya bilang 'saat ini', karena berdasarkan informasi dari pihak sekolah, biasanya masih ada tambahan atau mutasi murid baru di bulan Agustus nanti," ujar Dina kepada detikJatim, Selasa (14/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dina, minimnya pendaftar di delapan sekolah itu dipicu beberapa faktor krusial. Salah satunya penerapan sistem zonasi dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB), sementara kondisi di lapangan menunjukkan ketatnya persaingan antarlembaga pendidikan di lokasi yang berdekatan.

"Faktor utamanya adalah sistem zonasi pada SPMB, di mana terdapat sekolah yang lokasinya saling berdekatan, baik sesama sekolah dasar negeri maupun swasta. Sementara di sisi lain, potensi siswa baru dari sekitar tempat itu sangat terbatas," jelas Dina.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut diperparah dengan tren demografi di sekitar lingkungan sekolah yang memang sedang mengalami penurunan jumlah anak usia sekolah dasar.

"Populasi anak usia 6 sampai 12 tahun di lingkungan sekitar sekolah-sekolah tersebut memang tercatat sangat sedikit," imbuhnya.

Menyikapi kondisi ini, muncul wacana untuk melakukan penggabungan sekolah (merger atau regouping). Kendati demikian, Dina menegaskan bahwa Dindik tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan tersebut karena prosesnya yang cukup rumit.

Saat ini, langkah merger masih berada dalam tahap kajian mendalam dan evaluasi ketat dari Dindik Kota Batu demi menghindari masalah administratif maupun sosial di kemudian hari.

"Langkah untuk merger atau regrouping sekolah masih dalam kajian dan evaluasi. Ada beberapa hal sensitif yang harus diperhatikan betul, mulai dari penataan guru dan kepala sekolah, pemindahan data siswa dan guru ke sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), hingga urusan penggabungan inventaris dan aset sekolah," tandasnya.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads