Siswa SD Negeri Terpencil di Sidoarjo Ini Belum Pernah Rasakan MBG

Siswa SD Negeri Terpencil di Sidoarjo Ini Belum Pernah Rasakan MBG

Suparno - detikJatim
Selasa, 14 Jul 2026 16:15 WIB
Siswa SD Negeri 4 Kupang, Jabon, Sidoarjo
Siswa SD Negeri 4 Kupang, Jabon, Sidoarjo. (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Di saat banyak sekolah dasar di wilayah perkotaan Kabupaten Sidoarjo telah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), siswa SD Negeri 4 Kupang, Dusun Kali Alo, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, hingga kini belum pernah merasakan program tersebut.

Sekolah yang berada di kawasan pesisir, di tengah hamparan sawah, tambak, dan dekat muara laut itu masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses jalan yang sulit hingga minimnya transportasi umum. Kondisi tersebut membuat sekolah ini semakin tertinggal dibandingkan sekolah-sekolah di wilayah perkotaan.

Salah satu siswa kelas V, Muhammad Hafis Amrizal, mengaku dirinya bersama teman-temannya belum pernah menikmati menu MBG sejak program itu berjalan di sejumlah sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya belum pernah makan MBG di sekolah. Pengen sekali merasakan seperti teman-teman di sekolah lain," ujar Hafis saat ditemui detikJatim di sekolahnya, Selasa (14/7/2026).

Siswa yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola seperti Rizky Ridho idolanya itu berharap suatu saat program MBG juga dapat dinikmati oleh seluruh siswa SDN 4 Kupang.

ADVERTISEMENT

"Saya berharap sekolah kami juga bisa mendapat MBG," katanya.

Sementara itu, Guru Kelas V SDN 4 Kupang, Solekan Tahib, mengatakan sekolah yang berada di wilayah pesisir tersebut memiliki kondisi sosial ekonomi masyarakat yang membutuhkan perhatian.

"Sebanyak 95 persen orang tua siswa bekerja sebagai buruh tambak dan buruh rumput laut. Pemilik tambaknya kebanyakan berasal dari luar daerah, sedangkan kondisi ekonomi warga di sini tergolong rendah," ujar Solekan.

Selain itu, pada tahun ajaran 2026/2027 sekolah tersebut juga tidak mendapatkan siswa baru. Menurut Solekan, kondisi geografis yang terpencil dan akses menuju sekolah yang sulit menjadi salah satu tantangan yang dihadapi SDN 4 Kupang.

Dengan latar belakang ekonomi keluarga siswa yang mayoritas merupakan buruh, Solekan berharap sekolahnya dapat menjadi salah satu prioritas penerima program MBG.

"Melihat kondisi ekonomi orang tua siswa, kami berharap SDN 4 Kupang bisa diprioritaskan menerima program Makan Bergizi Gratis. Sampai sekarang anak-anak di sini belum pernah menikmati menu MBG," pungkasnya.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads