SD Negeri di Sidoarjo Ini Rusak Parah: Atapnya Bocor, Plafonnya Ambrol

SD Negeri di Sidoarjo Ini Rusak Parah: Atapnya Bocor, Plafonnya Ambrol

Suparno - detikJatim
Selasa, 14 Jul 2026 14:15 WIB
Kondisi SDN 4 Kupang Jabon Sidoarjo yang memprihatinkan
Kondisi SDN 4 Kupang Jabon Sidoarjo yang memprihatinkan (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Kondisi SD Negeri 4 Kupang di Dusun Kali Alo, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo memprihatinkan. Sekolah yang berada di kawasan pesisir itu mengalami berbagai keterbatasan, mulai dari bangunan yang rusak hingga minimnya fasilitas belajar.

Sekolah yang berada di tengah hamparan sawah, tambak, dan dekat muara laut tersebut hanya memiliki empat ruang belajar. Namun, sebagian ruang kelas mengalami kerusakan cukup parah. Atap banyak yang bocor sehingga plafon di beberapa titik ambrol dan dinilai membahayakan keselamatan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.

Guru Kelas 5 SDN 4 Kupang, Solekan Tahib mengatakan kondisi bangunan sekolah sudah lama membutuhkan perbaikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau hujan banyak titik atap yang bocor. Plafonnya juga sudah banyak yang ambrol sehingga kami khawatir membahayakan anak-anak saat belajar di kelas," ujar Solekan saat ditemui di sekolahnya, Selasa (14/7/2026).

Tak hanya bangunan, sejumlah bangku dan fasilitas belajar lainnya juga mengalami kerusakan. Keterbatasan anggaran membuat sekolah belum mampu mengganti sarana yang sudah tidak layak digunakan.

ADVERTISEMENT

"Kami pernah mengajukan permohonan bantuan bangku bekas yang masih layak pakai dari sekolah di Mindi, Porong. Sampai sekarang belum ada kabar tindak lanjut," katanya.

Menurut Solekan, sekolah juga tidak memiliki kemampuan untuk membeli fasilitas baru karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sangat terbatas. Besaran dana tersebut menyesuaikan jumlah siswa yang saat ini sangat sedikit.

Selain menghadapi keterbatasan sarana, lokasi sekolah yang terpencil juga menjadi tantangan tersendiri. Akses menuju sekolah cukup sulit karena berada di kawasan pesisir dengan jalan yang minim dan transportasi umum yang terbatas.

Kondisi itu menjadi salah satu penyebab sekolah tidak memperoleh siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Bahkan, keberadaan SDN 4 Kupang disebut belum terdeteksi di peta digital sehingga semakin menunjukkan keterisolasian sekolah itu dari perhatian publik.

Solekan berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberikan perhatian lebih kepada sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil. Menurutnya, SDN 4 Kupang sangat layak diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan perbaikan bangunan maupun sarana prasarana.

"Kami berharap pemerintah memprioritaskan sekolah-sekolah di daerah terpencil seperti SDN 4 Kupang agar segera mendapat bantuan. Kondisi bangunan dan fasilitas sudah sangat membutuhkan perhatian demi keselamatan dan kenyamanan anak-anak saat belajar," pungkasnya.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads