Di balik keriangan warga berebut ikan yang mengambang di Danau Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, Lumajang ada nestapa peternak ikan keramba yang rugi jutaan rupiah. Ribuan ikan mujaer dan nila yang mereka budidaya mendadak mabuk atau mati.
Peristiwa ini terjadi setelah kandungan belerang yang berada di dasar Danau Ranu Klakah naik ke permukaan. Naiknya belerang dipicu oleh cuaca dingin dalam beberapa hari terakhir. Rendahnya kandungan oksigen akibat naiknya belerang membuat ikan-ikan di keramba kekurangan oksigen.
Ikan kemudian naik ke permukaan untuk mencari oksigen tambahan. Namun tidak sedikit yang akhirnya mati dan mengambang di atas permukaan danau. Akibatnya, para peternak keramba terpaksa menanggung kerugian hingga mencapai Rp10 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita rugi sekitar 15 persen. Mulai subuh saya angkat, saya jual. Alhamdulillah masih laku namun harganya turun," ujar Narwi, salah satu peternak ikan keramba.
Menurut Narwi, fenomena ini terjadi karena dasar Danau Ranu Klakah merupakan bekas kawah belerang dari letusan Gunung Lemongan. Gas belerang dari bawah menguap ke danau saat suhu dingin ekstrem.
Panen Paksa dilakukan untuk meminimalisir kerugian yang lebih besar, sejumlah petani keramba terpaksa memanen ikan lebih awal. Ikan yang sudah mati terpaksa dibuang, sedangkan ikan yang masih hidup dijual dengan harga murah.Harga ikan mujaer dan nila yang biasanya Rp35.000 per kilogram, kini hanya dijual Rp28.000 per kilogram.
"Kita lakukan panen lebih awal untuk mengurangi kerugian yang lebih besar. Meskipun kalau dipanen lebih awal harganya lebih murah," kata Narwi.
Peternak berharap kejadian serupa tidak berlangsung lama agar kerugian tidak semakin besar.
