Ribuan ikan mendadak mengambang di Danau Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, Lumajang. Fenomena 'ikan mabuk' ini membuat ratusan warga berbondong-bondong ke danau untuk berburu ikan nila, mujaer, hingga udang.
Peristiwa itu terjadi akibat cuaca dingin yang membuat kandungan belerang di dasar danau naik ke permukaan. Naiknya belerang ke permukaan membuat kadar oksigen di dalam air turun drastis.
Akibatnya, ikan-ikan di danau kekurangan oksigen dan naik ke permukaan untuk mencari tambahan oksigen. Tidak sedikit ikan yang akhirnya mati dan mengambang di atas permukaan danau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenis ikan yang paling banyak terlihat adalah ikan nila dan mujaer. Melihat kondisi itu, warga sekitar turun ke danau dengan peralatan sederhana berupa jala dan tombak. Dalam hitungan menit, mereka menangkap ikan yang sudah melemah di permukaan.
Pasar dadakan di Ranu Klakah Lumajang setelah warga berburu ikan mabuk. (Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim) |
Banyaknya hasil tangkapan membuat suasana Danau Ranu Klakah ramai. Tak jauh dari lokasi tersebut, warga langsung membuka lapak-lapak dadakan untuk menjual ikan hasil buruan.
"Harga normal Rp33.000, sekarang dijual Rp28.000 per kilogram. Karena banyak ikan mabuk, kalau dijual mahal nggak ada yang beli," kata Yulis, pedagang ikan dadakan di lokasi saat ditemui detikJatim, Senin (13/7/2026).
Warga dari luar desa pun datang ke danau untuk melihat sekaligus membeli ikan.
"Mau lihat-lihat sama mau beli ikannya. Lihat ikan yang mabuk, rencana mau beli karena harganya lebih murah," kata Zuremi.
Sekadar informasi, fenomena ikan mabuk di Ranu Klakah ini terjadi hampir setiap tahun ketika terjadi cuaca ekstrem.

