Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi sebanyak empat kali berturut-turut pada Selasa (14/7/2026) pagi.
Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, rangkaian erupsi tersebut terjadi dalam kurun waktu singkat, mulai pukul 05.30 WIB hingga 08.00 WIB. Tinggi kolom abu vulkanik teramati mencapai kurang lebih 1.300 meter di atas puncak.
"Gunung Semeru mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 1.300 meter di atas puncak atau sekitar 4.976 meter di atas permukaan laut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis yang diterima detikJatim, Selasa (14/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Liswanto menjelaskan, erupsi ini terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 19 mm. Sementara itu, durasi gempa letusan tercatat berlangsung selama 87 detik. Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan di Level III (Siaga).
Merespons aktivitas vulkanik yang meningkat, pihak berwenang mengeluarkan rekomendasi ketat demi keselamatan warga. Masyarakat maupun wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, serta di radius 13 kilometer dari puncak.
Selain bahaya material vulkanik langsung, warga juga diminta untuk mewaspadai potensi perluasan awan panas dan guguran lava.
"Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, waspadai juga potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru," pungkas Liswanto.
