Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang kembali mengalami erupsi pada Senin (6/7/2026) dini hari. Hingga kini, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berstatus Level III atau Siaga.
Erupsi ditandai dengan guguran lava pijar yang meluncur sejauh sekitar 2 kilometer dari puncak kawah ke arah Besuk Kobokan. Dalam periode pengamatan, petugas mencatat guguran lava pijar terjadi sebanyak lima kali.
Selain guguran lava pijar, Gunung Semeru juga mengalami lima kali letusan yang disertai kolom abu berwarna kelabu setinggi sekitar 1.000 meter ke arah timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gunung Semeru mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 2.000 meter mengarah ke tenggara," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis yang diterima detikJatim, Senin (6/7/2026).
Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru, khususnya di sektor Tenggara yang menjadi jalur luncuran material vulkanik.
Selain itu, warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran serta banjir lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
"Kami mengimbau kepada warga agar tidak beraktivitas sejauh 13 kilometer dari puncak, serta mewaspadai potensi awan panas serta banjir lahar," pungkas Yadi.
(irb/hil)
