Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Desa Gayam, Kecamatan Panggul, Trenggalek. Wilayah terdampak mencapai 3,5 hektare.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Triadi Atmono mengatakan kawasan hutan yang terbakar berisi aneka jenis tanaman, antara lain bambu, cengkih, pohon sengon, durian dan pohon kelapa milik warga di RT 07 RW 03 Dusun Krajan, Desa Gayam.
"Kebakaran ini awalnya diketahui oleh Bu Sriatun. Di belakang rumah melihat api membumbung tinggi. Ia kemudian langsung menuju lokasi dan menghubungi instansi dan kepala desa untuk meminta bantuan," kata Triadi, Senin (13/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim gabungan dari BPBD, damkar, Perhutani, polisi, TNI dan perangkat desa yang tergabung dalam satgas karhutla langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman api.
"Kami melakukan pemadaman dengan cara manual dan membuat sekat agar api tidak semakin meluas. Jam 12.30 WIB api berhasil dipadamkan," jelasnya.
Akibat kebakaran tersebut berbagai jenis tanaman yang berada di lahan 3,5 hektare terbakar. BPBD memastikan api tidak sampai menjalar di perkampungan.
Triadi menyebut insiden kebakaran lahan ini diduga akibat tersulut api putung rokok yang dibuang sembarangan. Kerugian akibat kejadian ini mencapai Rp 25 juta.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan untuk berhati-hati, jangan melakukan aktivitas pembakaran atau hal-hal yang bisa memicu kebakaran," imbuhnya.
BPBD Trenggalek mencatat kejadian karhutla tidak hanya di Kecamatan Panggul, sehari sebelumnya kebakaran hutan juga terjadi di kawasan hutan Orak-arik di sisi Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan.
"Jadi musim kemarau ini sangat rentan terjadi karhutla di Trenggalek. Untuk itu mari sama-sama jaga hutan jangan sampai terbakar," jelas Triadi.
