Kegiatan flushing alias pladu bendungan di Blitar dimulai hari ini oleh Perum Jasa Tirta I. Flushing dilakukan di Bendungan Wlingi dan Lodoyo Kabupaten Blitar.
Bunyi sirine sebanyak tiga kali digunakan sebagai tanda dimulainya kegiatan pladu tersebut. Sejumlah masyarakat turut mendatangi kawasan bendungan untuk melihat kegiatan pladu.
"Ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang dilaksanakan di bendungan Wlingi raya dan Lodoyo. Ini merupakan program untuk kelancaran operasi waduk, dalam rangka mendukung kegiatan masyarakat," kata Kepala Divisi Jasa Asa Wilayah Sungai Brantas Perum Jasa Tirta I, Agung Nugroho DP kepada media, Senin (18/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung menyebut, flushing bertujuan untuk mengurangi sedimentasi pada suatu Bendungan. Sedimen tersebut dapat menyebabkan berkurangnya kapasitas tampungan air, khususnya di Bendungan Wlingi maupun di Bendungan Lodoyo.
"Kegiatan ini akan berlangsung sampai dengan tanggal 23 Mei. Akan diikuti dengan kegiatan irigasi dan PLTA akan beroperasi dengan normal kembali," terangnya.
Menurut Agung, pihaknya menargetkan sekitar 600 ribu meter kubik sedimen yang digelontorkan dalam flushing tersebut. Sedimen yang terkuras itu termasuk di Bendungan Wlingi dan Lodoyo.
Kegiatan flushing yang juga disebut sebagai pladu itu turut menarik antusias warga untuk mencari ikan mabuk. Untuk itu, Agung mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menjauhi kawasan Bendungan.
"Kami tetap mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu dekat dengan pinggiran sungai, dan bendungan. Itu karena kawasan berbahaya," tandasnya.
(auh/hil)











































