Sejumlah Bus Nakal Masih Ditemukan di Kota Batu Selama Libur Sekolah

Sejumlah Bus Nakal Masih Ditemukan di Kota Batu Selama Libur Sekolah

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Minggu, 12 Jul 2026 22:40 WIB
Sidak Ramp Check bus pariwisata di Kota Batu
Sidak Ramp Check bus pariwisata di Kota Batu. (Foto: Istimewa)
Batu -

Selama musim libur sekolah, Satlantas Polres Batu bersama dengan tim gabungan melakukan pengawasan ketat terhadap bus pariwisata lewat sidak ramp check. Hasilnya, petugas masih menemukan sejumlah bus nakal yang memodifikasi interior demi meraup untung, mulai dari kursi tambahan hingga pintu darurat yang terhalang.

Kasat Lantas Polres Batu, AKP Matheus Jaka Iswantara mengungkapkan, pihaknya telah menggelar operasi ramp check sebanyak 10 kali sepanjang periode libur sekolah, mulai 22 Juni hingga 12 Juli. Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan para wisatawan yang berkunjung ke kota apel.

"Kegiatan ini kami lakukan sebagai upaya memastikan kelayakan teknis kendaraan angkutan, serta mendukung keselamatan dan keamanan masyarakat selama periode libur sekolah," kata Jaka kepada detikJatim, Minggu (12/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jaka menyampaikan bahwa ramp check ini dilakukan dengan sasaran utama garasi Perusahaan Otobus (PO), tempat wisata, hingga toko oleh-oleh yang tersebar di wilayah Kota Batu.

"Untuk tempat wisata ada di Jatim Park 1 dan 2, Batu Secret Zoo, Museum Angkut, Predator Fun Park, Taman Rekreasi Selecta, Alun-Alun Kota Batu. Kemudian untuk toko oleh-oleh itu ada di Brawijaya Oleh-Oleh dan Paradise. Kalau untuk garasi PO bus di Bima Jaya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selama operasi berlangsung, petugas melakukan sidak terhadap 37 unit bus pariwisata yang tengah beroperasi di lokasi-lokasi tersebut.

Secara umum, Jaka menyebut kondisi armada bus yang diperiksa sebenarnya dalam status layak operasional. Namun, tim di lapangan masih menemukan pelanggaran minor yang berpotensi membahayakan penumpang jika terjadi kondisi darurat.

Mulai dari, ditemukan fasilitas jalan keluar darurat yang justru tertutup oleh kursi penumpang, adanya penambahan jumlah kursi di luar kapasitas asli bus demi memaksimalkan muatan hingga beberapa armada kedapatan mengantongi Kartu Pengawasan (KPS) yang masa berlakunya habis.

Terkait masalah KPS, Jaka menyebut kru bus masih bisa menunjukkan bukti bahwa dokumen tersebut sedang dalam proses perpanjangan resmi.

"Terhadap seluruh temuan tersebut, kami langsung memberikan teguran keras dan imbauan kepada pengelola maupun kru bus agar segera melakukan perbaikan demi menjamin keselamatan penumpang," tegasnya.

Kabar baiknya, kesadaran para pelaku usaha otobus di Kota Batu dinilai semakin membaik. Satlantas Polres Batu mencatat, tidak ada satu pun armada yang berani melakukan pelanggaran berulang setelah ditegur.

"Seluruh kendaraan yang diperiksa telah menunjukkan kepatuhan, dan tidak terdapat kendaraan bandel yang terjaring kembali dengan pelanggaran yang sama," tandasnya.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads