RS Kapal Ksatria Airlangga Berlayar ke 4 Pulau Terpencil di Jatim

RS Kapal Ksatria Airlangga Berlayar ke 4 Pulau Terpencil di Jatim

Aprilia Devi - detikJatim
Minggu, 12 Jul 2026 15:40 WIB
Pelepasan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga
Pelepasan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga/Foto: Aprilia Devi/detikJatim
Surabaya -

Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) kembali berlayar memperluas layanan kesehatan bagi warga, terutama di wilayah yang jauh dari jangkauan. Kapal rumah sakit tersebut akan melayani masyarakat di Bluto, Pulau Raas, Karamian, dan Masalembu pada 12-25 Juli 2026.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito menyebut, pelayanan kesehatan yang diberikan RSKKA di empat wilayah tersebut dapat dibiayai melalui BPJS Kesehatan. Mengingat, wilayah-wilayah itu masuk kategori daerah belum tersedia fasilitas kesehatan memenuhi syarat (DPTFMS).

"Hari ini kita berdiri di atas RSKKA yang hari ini sedianya siap untuk diberangkatkan dalam rangka pelayanan kesehatan di beberapa pulau. Saya sebagai Direktur Utama BPJS sangat mendukung. Di dalam proses pelayanan BPJS kesehatan kita ingin berusaha merata aksesnya di seluruh wilayah," ujar Prihati saat pelepasan RSKKA di Dermaga belakang Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak, Minggu (12/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelepasan Rumah Sakit Kapal Ksatria AirlanggaPelepasan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga Foto: Aprilia Devi/detikJatim

Prihati menjelaskan, status DPTFMS sendiri ditetapkan oleh pemerintah daerah melalui surat keputusan. Empat pulau yang akan disinggahi RSKKA termasuk di dalamnya.

ADVERTISEMENT

Program tersebut juga menjadi bagian dari JKN 3T yang saat ini menjadi salah satu fokus BPJS Kesehatan untuk memperluas layanan Jaminan Kesehatan Nasional di daerah terluar, terpencil, dan tertinggal.

"Kita pastikan kapal rumah sakit ini bergerak dengan standar SOP yang sudah ditetapkan. Baik untuk pelayanan maupun untuk keselamatan para petugasnya. Dan sekali lagi di ini kita arahkan untuk manfaat yang sebesar-besarnya pelayanan kesehatan untuk masyarakat terutama di daerah terpencil," jelasnya.

Direktur RSKKA dr. Agus Harianto mengatakan, pihaknya membawa 37 personel yang terdiri dari tujuh dokter spesialis, 12 dokter umum, serta tenaga kesehatan lainnya.

Layanan yang dibawa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat kepulauan, mulai spesialis bedah, penyakit dalam, anak, mata, gigi hingga kandungan.

"Tidak menutup kemungkinan kalau memang ada kasus yang indikasi operasi ya, kita operasi di kamar operasi tadi itu," kata Agus.

Kapal rumah sakit tersebut memiliki dua kamar operasi serta dilengkapi fasilitas seperti laboratorium dan rontgen. Dalam satu titik pelayanan, jumlah pasien yang datang pun cukup banyak.

"Satu pulau itu satu hari lima operasi rata-rata yang operasi besar ya. Komitmen kita ya, kita siapkan untuk pasien total ribuan biasanya. Mereka bisa datang dari pulau-pulau, terus kumpul, kita sandar," bebernya.

Agus menceritakan salah satu perjuangan warga di kawasan pulau yang pernah dilayani. Warga itu menderita osteomielitis kronis dan menahan nyeri selama tiga tahun.

"Tindakan yang kita lakukan amputasi. Ini mungkin biasa kalau di RSUD Dr. Soetomo, bukan sesuatu yang heroik atau istimewa, tapi bagi masyarakat sana itu mahal banget. 3 tahun dia menahan nyeri," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jatim Prof dr Erwin Astha Triyono mengapresiasi pelayanan kesehatan yang dilakukan RSKKA. Namun, ia mengingatkan upaya kuratif juga harus dibarengi langkah promotif dan preventif.

"Kolaborasi ini melibatkan banyak kompetensi. Saya lihat di sini ada dokternya, ada perawatnya, ada relawannya, ada nahkodanya, atau siapapun, terima kasih. Yang jelas Anda punya tugas nanti sama-sama kita untuk saling monitoring tanggal 12-25 Juli 2026," katanya.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads