Sejumlah Sekolah di Jatim Kekurangan Murid Baru Jelang MPLS

Sejumlah Sekolah di Jatim Kekurangan Murid Baru Jelang MPLS

Faiq Azmi - detikJatim
Minggu, 12 Jul 2026 13:20 WIB
Ilustrasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026.
Ilustrasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK Tahun Ajaran 2026/2027 seluruh Jawa Timur (Jatim) akan digelar serentak besok, Senin (13/7/2026). Namun, masih ada sejumlah sekolah yang kekurangan murid.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai tidak menampik ada sejumlah sekolah yang kekurangan murid, terutama di beberapa kabupaten seperti Madura, Ponorogo, Situbondo, Bondowoso, Lamongan, Madiun, Magetan, dan Lumajang.

"Bukan kekurangan, tapi memang sekolahnya ada, tapi muridnya yang nggak ada," kata Aries Paewai di Surabaya, Minggu (12/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aries menyebut Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) telah menerima sebanyak 618.479 siswa SMA/SMK/SLB baik negeri maupun swasta di Jatim.

Aries sendiri belum menghitung secara detail berapa sekolah yang minim jumlah muridnya di Jawa Timur baik untuk negeri maupun swasta.

ADVERTISEMENT

Menurut Aries, salah satu penyebab kurangnya siswa ialah kurangnya anak/calon siswa yang berusia 15-16 tahun. Usia tersebut rata-rata calon siswa masuk SMA.

"Mungkin karena batas usianya ya. Karena mungkin habis di daerah sudah banyak yang sudah masuk ke perguruan tinggi atau sudah masuk SMA. Untuk SMP ke SMA jumlahnya terbatas," terangnya.

"Nah, itu kan enggak mungkin kita isi. Jadi memang kuotanya disesuaikan dengan jumlah murid yang akan masuk," sambungnya.

Aries menegaskan sekolah yang tidak mendapatkan siswa baru tingkat SMA/SMK di daerah merupakan negeri, bukan swasta.

"Kalau swasta memang kembali lagi bahwa jumlah murid yang kemarin lulus di SMP 613.000. Sedangkan, kebutuhan di tingkat SMA itu 299.000," jelasnya.

Artinya, terdapat 60% kebutuhan siswa SMA/SMK negeri di Jatim belum terpenuhi tahun ajaran baru ini. Selain karena faktor usia, faktor lainnya yakni geografis.

Ia menyebut, di daerah tertentu terdapat sekolah yang jumlah siswa kelas 10 SMP belum memenuhi rombongan belajar (rombel).

"Memang angkatan rendah. Tentu mungkin di tahun berikutnya akan kita lihat pertimbangannya," pungkasnya.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads