Kondisi Terkini Gadis Sampang yang Diperkosa 27 Pria

Kamaluddin - detikJatim
Jumat, 10 Jul 2026 19:45 WIB
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Sampang -

Dinas Sosial (Dinsos) Sampang tengah fokus melakukan pemulihan psikologis gadis berusia 15 tahun yang diperkosa 27 pria. Korban dilaporkan mengalami trauma berat pascaperistiwa tragis tersebut.

Kepala Dinsos Sampang, Moh Anwari, menyatakan bahwa pendampingan intensif telah diberikan sejak kasus ini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian. Dinsos juga terus berkoordinasi dengan penyidik Polres Sampang guna mengawal pemulihan korban, mengingat kasus ini melibatkan anak di bawah umur.

"Khusus korban, kami tengah melakukan pendampingan intensif untuk pemulihan trauma yang dialami. Bukan cuma korban, nantinya pelaku yang masih di bawah umur juga akan kami berikan pendampingan," ujar Anwari, Jumat (10/7/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinsos Sampang, Masruhah, menambahkan bahwa kondisi psikologis korban saat ini masih belum stabil dan membutuhkan penanganan ekstra.

"Secara fisik kondisinya sehat, namun saat ini kondisi korban masih mengalami trauma berat pascakejadian itu," jelas Masruhah.

Untuk memantau perkembangan psikologisnya, petugas Dinsos rutin mendatangi tempat tinggal korban. Saat ini, korban diketahui tinggal bersama neneknya setelah kedua orang tuanya berpisah. Selain pemulihan trauma, petugas juga mendampingi korban selama seluruh proses penyidikan berlangsung.

Sebelumnya, kasus pemerkosaan massal ini mencuat setelah pihak keluarga korban melapor ke Polres Sampang pada 29 Juni 2026. Laporan sempat tertunda karena korban dirundung ketakutan dan trauma yang mendalam.

Sebelumnya, seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Sampang jadi korban pemerkosaan brutal yang dilakukan oleh 27 pria. Aksi biadab ini terungkap setelah korban dan keluarganya lapor ke kepolisian.

Kapolres Sampang AKBP Hartono menyampaikan peristiwa tersebut menimpa korban dalam kurun empat bulan. Pihak keluarga kemudian baru melaporkan kasus itu tanggal 29 Juni 2026 karena korban mengalami trauma berat.

"Dalam kurun waktu pada bulan Februari 2026 sampai bulan Mei 2026 sekira pukul 21.00 WIB," kata Hartono saat jumpa pers, Jumat (10/7/2026).



Simak Video "Video: Aliansi Mahasiswa Lapor Kemendagri soal Pilkades di Sampang yang Tertunda"

(dpe/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork