Tanggul penahan lumpur Lapindo di Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, tepatnya di titik 10D, dilaporkan bocor pada Jumat (10/7/2026) dini hari. Air bercampur lumpur sempat mengalir hingga dekat rel kereta api.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, kebocoran mulai terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Seorang petugas lapangan BPLS mengatakan, pihaknya langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan adanya kebocoran tersebut.
"Setelah mendapat informasi, kami langsung mengerahkan petugas keamanan dan menghubungi operator alat berat ekskavator untuk melakukan penanganan," ujarnya kepada detikJatim, di lokasi, Jumat (10/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar pukul 06.50 WIB, alat berat mulai bekerja menutup bagian tanggul yang bocor agar aliran air lumpur tidak semakin meluas.
Pantauan di lokasi menunjukkan air dan lumpur sempat menggenangi tanggul utama sebelum mengalir ke tanggul penahan kedua dan ketiga yang lokasinya berdekatan dengan jalur rel kereta api.
Sastro, salah seorang pemandu wisata lumpur Lapindo, mengaku mengetahui peristiwa itu saat hendak memulai aktivitasnya pada Jumat pagi.
"Saya naik ke tanggul sekitar pukul 05.00 WIB. Dari pos pangkalan ojek terlihat ada genangan air dan lumpur. Setelah saya dekati, ternyata tanggul di titik 10D bocor," kata Sastro.
Menurutnya, air lumpur sempat mengalir hingga ke tanggul penahan di bawahnya. Ia juga menyebut dalam beberapa hari terakhir volume air lumpur terlihat meningkat.
"Kami khawatir kalau debit air terus naik, aliran lumpur bisa mengancam rel kereta api maupun Jalan Raya Porong," ungkapnya.
Hingga Jumat pagi, proses penutupan kebocoran menggunakan alat berat masih terus dilakukan guna memastikan tanggul kembali aman dan mencegah meluasnya aliran lumpur.
