Hiu Tutul Muncul di Perairan Pasuruan, Ini Waktu Terbaik Melihatnya

Hiu Tutul Muncul di Perairan Pasuruan, Ini Waktu Terbaik Melihatnya

Muhajir Arifin - detikJatim
Rabu, 08 Jul 2026 10:30 WIB
Kawanan hiu tutul di Perairan Pasuruan
Kawanan hiu tutul di Perairan Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin/detikJatim)
Pasuruan -

Kawanan hiu tutul kembali berdatangan ke Perairan Pasuruan. Kawanan satwa yang juga dikenal sebagai hiu paus (Rhincodon typus) ini bisa dilihat dari dekat. Tertarik?

Bagi warga yang tertarik menyaksikan ikan besar ini dari dekat, bisa langsung menuju ke kawasan Pelabuhan Pasuruan. Di sana, wisatawan bisa menyewa perahu nelayan ataupun perahu khusus wisata untuk menuju ke laut, ke lokasi di mana hiu tutul berada.

Untuk perahu nelayan, warga bisa menyewa dengan durasi dan harga tergantung kesepakatan. Tapi harganya tetap ramah di kantong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi warga yang ingin naik perahu wisata, cukup membayar Rp 30.000 per orang sekali trip dengan durasi 1 hingga 2 jam. Namun, warga juga bisa menyewanya dengan harga Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu per perahu dengan durasi yang lebih panjang.

"Bisa nego harga dan waktunya," kata Kamil, salah satu operator perahu wisata di Pelabuhan Pasuruan, Rabu (8/7/2026).

ADVERTISEMENT

Meski bisa menuju laut dengan perahu, tak menjamin warga bisa melihat kawanan hiu tutul yang biasanya berkelompok 8-10 ekor. Namun ada waktu-waktu tertentu satwa pemakan plankton itu sering menampakkan diri ke permukaan.

"Waktu yang sering ada kemunculan hiu pada pagi hari. Antara pukul 08.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB," terang Soleh, operator perahu lainnya.

Kawanan hiu tutul kembali berdatangan ke Perairan Pasuruan. Kawanan satwa yang juga dikenal sebagai hiu paus ini terlihat muncul berkelompok antara 8 hingga 10 ekor.

Kawanan satwa yang berstatus terancam punah (Endangered) dan sepenuhnya dilindungi di Indonesia ini sudah terlihat sejak beberapa hari lalu. Ikan-ikan besar ini berenang di perairan dangkal berjarak sekitar 2 mil dari garis pantai.

Satwa berwarna abu-abu gelap dengan pola totol-totol putih yang unik ini berenang bebas di lautan dangkal. Mereka tidak mengganggu nelayan, dan sebaliknya, para nelayan yang sudah terbiasa dengan keberadaan hiu tutul juga tidak mengganggu.

"Kemunculan hiu tutul di Perairan Pasuruan merupakan fenomena migrasi tahunan yang biasanya terjadi secara rutin setiap bulan Juli hingga September. Mereka mencari makan di perairan yang hangat dan dangkal," kata Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno.

Edy mengatakan kawanan hiu tutul memakan plankton, telur ikan, dan ikan kecil dengan cara menyaring air laut dengan mulut. Perairan dangkal Pasuruan dengan suhu air yang hangat terdapat banyak sumber makanan tersebut.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads