Viral UMM Tarik Toga Wisuda Baru gegara Dikritik Mirip Kostum Bantengan

Viral UMM Tarik Toga Wisuda Baru gegara Dikritik Mirip Kostum Bantengan

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 07 Jul 2026 20:45 WIB
Toga baru UMM banjir kritikan
Toga baru UMM banjir kritikan (Foto: Istimewa)
Malang -

Desain anyar toga wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jadi sorotan. Banyak menilai kostum pelengkap wisuda bagi mahasiswa itu mirip penari kesenian bantengan.

Sorotan tajam itu muncul ketika foto dan video toga baru UMM beredar di media sosial.

Kombinasi warna hitam dengan aksen merah terang dan kuning dianggap memiliki kemiripan dengan kostum kesenian bantengan yang identik dengan warna-warna mencolok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adanya foto dan video toga baru itupun mematik reaksi warganet di platform media sosial. Salah satunya unggahan dari akun TikTok @dioricooia.

"Motivasi apa sih bikin desain toga kaya tim bantengan," kritik warganet dalam komentar seperti dilihat detikJatim, Selasa (7/7/2026).

ADVERTISEMENT

Banjir sorotan netizen, kampus UMM pun merespon dengan cepat. Pihak rektorat memutuskan untuk menarik kembali seluruh toga baru yang sempat dibagikan kepada calon wisudawan dan menggantinya dengan desain toga yang lama demi menjaga marwah dan sakralitas kelulusan.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMM Dr. Tatag Muttaqin menjelaskan bahwa rencana penyegaran desain toga ini sebenarnya sudah digodok matang di tingkat pimpinan universitas sejak lama, mengingat desain yang ada saat ini sudah bertahan dalam waktu yang cukup panjang.

Langkah ini murni diambil sebagai bentuk penyegaran perdana bagi kampus, bukan sekadar ikut-ikutan tren institusi lain.

Namun, dalam proses realisasinya, hasil akhir toga yang diproduksi ternyata tidak sesuai dengan sampel awal yang telah disepakati oleh pihak manajemen kampus. Perbedaan tersebut meliputi aspek desain, kesesuaian warna, hingga kualitas bahan yang digunakan.

"Tetapi realnya tidak sesuai dengan yang pertama kita contohkan. Sehingga, apa yang terjadi? Kita coba bagikan ke calon wisudawan, dan mendapat respon yang saya kira ini sangat baik sekali untuk UMM. Ini bentuk evaluasi kami, kami lihat respon, dan Pak Rektor menyikapi dengan sangat bijaksana. Ini bentuk tanggung jawab kami, maka seluruh toga yang akan kita gunakan untuk wisuda ini kita tarik semua," ujar Tatag saat dikonfirmasi wartawan.

Menanggapi komentar netizen yang sempat menyamakan desain baru tersebut dengan kostum kesenian bantengan, Tatag tidak menampik bahwa riuh rendahnya masukan di media sosial menjadi salah satu pertimbangan penting bagi evaluasi internal universitas.

Menurutnya, UMM sebagai salah satu kampus besar sangat menjaga standar kualitas atribut akademiknya.

"Itu juga merupakan suatu bagian, salah satu masukan dari kami. Kita menerima semua bentuk kritik karena memang ada kesalahan. Kita mengakui ada kesalahan desain, warna, dan bahan. Apalagi UMM kampus besar, kalau ada kualitas seperti itu kami juga tidak berkenan," tegasnya.

Hingga saat ini, pihak universitas telah berhasil mengamankan kembali toga baru yang sempat tersebar ke tangan para calon wisudawan.

Tercatat ada sekitar 971 toga dari wisudawan periode 7 dan 9 yang ditarik, di mana 460 di antaranya sudah langsung dikembalikan pada hari pertama proses penarikan.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban penuh atas ketidaknyamanan ini, manajemen UMM tidak hanya mengganti penggunaan busana wisuda kembali ke modul toga lama yang dinilai lebih sakral.

Tetapi juga menanggung dan mengganti seluruh biaya yang telah dikeluarkan oleh para mahasiswa terkait pengadaan toga tersebut.

Meski sempat terjadi kendala teknis pada produksi kali ini, Tatag memastikan bahwa agenda penyegaran wajah baru toga UMM akan tetap direncanakan matang di masa mendatang dengan kualitas yang jauh lebih baik.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads