Konser gratis Denny Caknan di kawasan eks Hi-Tech Mal THR Surabaya ricuh pada Minggu (5/7) malam. Konser tersebut merupakan rangkaian kegiatan Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC).
Berdasarkan data dari Polrestabes Surabaya, terdapat 21 korban luka, dua di antaranya petugas Babinsa dan PMK. Lalu, masih ada 12 orang luka dirawat di RSUD Dr Soewandhie.
Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri turut prihatin atas kejadian yang menimbulkan banyak korban. Dia juga mendengar kabar bahwa korban tidak ditangani dengan baik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mestinya sigap, di mana ada kerumunan secara otomatis mereka harusnya bisa antisipasi, saya mendengar keluhan beberapa korban yang mengaku tak tertangani dengan baik," kata Syaifuddin, Senin (6/7/2026).
Ia meminta RS harus siap dalam hal sarana dan prasarana maupun sumber daya manusianya. Khususnya pelayanan di RSUD Dr Soewandhie.
"Bukan kali ini saja, saya sering menerima komplain warga terkait keluhan layanan kesehatan di rumah sakit Soewandhi, tolong diperbaiki," tegasnya.
Menurutnya, pelayanan kesehatan sangat krusial menyangkut nyawa manusia. "Yang terjadi malah sebaliknya, saya dengar tidak ada dokter jaga saat insiden terjadi. Ini ironis di mana Surabaya yang terus berbenah sebagai kota dengan layanan publik terbaik justru abai terhadap peristiwa semacam ini," jelasnya.
Syaifuddin pun bakal memanggil Dinas Kesehatan dan Dirut RSUD Dr Soewandhie meminta penjelasan terkait pelayanan kepada korban kericuhan konser semalam.
"Ini ndak bisa dibiarkan seperti ini, emanlah Suroboyo kota-ne apik, tapi layanan kesehatan dikeluhkan. Ayo kita perbaiki bersama," pungkasnya.
(auh/hil)
