Sopir Angkot Malang Sambat Soal Bus Trans Jatim, Begini Kata Kadishub

Sopir Angkot Malang Sambat Soal Bus Trans Jatim, Begini Kata Kadishub

Faiq Azmi - detikJatim
Kamis, 02 Jul 2026 13:45 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono.
Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Sopir angkutan kota di wilayah Kota Malang khusus untuk trayek Arjosari-Gasang (AG) mulai sambat (mengeluhkan) kehadiran bus Trans Jatim. Kehadiran Bus Trans Jatim dinilai telah merampas sumber pendapatan mereka.

Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono buka suara. Menurut Nyono, pihaknya terus melakukan pendekatan dengan para sopir angkot termasuk terkait rencana pembukaan koridor baru Malang Raya.

"Karena muaranya nanti di Terminal Arjosari yang semuanya terpusat di sana terutama teman-teman dari angkot. Kami tidak mau ada friksi di Malang, kami terus lakukan kajian agar semakin matang, dan semua pihak bisa menerima Bus Trans Jatim," kata Nyono di Surabaya, Kamis (2/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nyono mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi dengan semua pihak di Malang termasuk dengan sopir angkot untuk mencari jalan keluar terbaik.

"Kami akan duduk bersama mencari jalan keluar terbaik," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan penambahan Koridor Bus Trans Jatim di Malang rencananya akan direalisasikan pada akhir 2026 ini. Ia menegaskan kehadiran Bus Trans Jatim di Malang diutamakan tidak menimbulkan gesekan dengan angkutan umum lain.

"Pada koridor I tentunya mendapat respons luar biasa. Karena muara berhentinya Trans Jatim memaksimalkan terminal tipe B yang dikelola Dishub Jatim, yang mana per hari bisa memperoleh pemasukan minimal Rp 1 juta," jelasnya.

"Kami akan terus lakukan kajian dan pendekatan kepada semua pihak. Sekali lagi, kehadiran Bus Trans Jatim bukan untuk bersaing atau apapun, ini murni kehadiran pemerintah di sektor transportasi dan mempermudah mobilitas warga," tandasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads