Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok dilaporkan hilang kontak setelah melaut di Perairan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep. Hingga kini, kapal yang membawa 20 orang, terdiri atas seorang nakhoda dan 19 anak buah kapal (ABK), belum kembali ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan.
Laporan hilangnya kontak kapal diterima Satpolairud Polres Lamongan pada Rabu (1/7) sekitar pukul 14.30 WIB. Laporan disampaikan Ketua Rukun Nelayan Desa Blimbing, Nurwakit, bersama pemilik KMN Entok, Andik.
Berdasarkan informasi yang diterima, KMN Entok dinakhodai S bersama 19 ABK berangkat dari PPN Brondong menuju Perairan Pulau Kangean untuk melaut. Namun hingga saat ini kapal belum kembali, padahal dalam kondisi normal kapal tersebut biasanya sudah kembali setelah sekitar 18 hari di laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satpolairud Polres Lamongan langsung berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Sumenep, KSOP Tanjung Pakis, serta Syahbandar PPN Brondong untuk melakukan pencarian dan pemantauan keberadaan kapal beserta seluruh awaknya.
Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid mengatakan, koordinasi lintas instansi dilakukan segera setelah laporan diterima guna mempercepat proses pencarian.
"Begitu menerima laporan dari pihak pemilik kapal, Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Guntur langsung berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Sumenep, KSOP Tanjung Pakis, dan Syahbandar PPN Brondong," kata Hamzaid.
Ia mengatakan, sinergi antarlembaga dilakukan agar upaya pencarian dapat berjalan maksimal. Polisi juga mengimbau nelayan maupun kapal yang melintas di sekitar Perairan Kangean untuk segera melapor apabila mengetahui atau melihat keberadaan KMN Entok.
"Kami mengimbau kepada seluruh nelayan maupun kapal yang melintas di sekitar Perairan Kangean agar segera melaporkan apabila mengetahui atau melihat keberadaan KMN Entok. Semoga seluruh awak kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," pungkasnya.
