Tahun ini Lamongan akan melakukan revitalisasi 94 waduk dan embung yang tersebar di berbagai wilayah di Lamongan. Program ini mencakup pengerukan waduk dan rawa, pembangunan embung baru, rehabilitasi embung, hingga peninggian tanggul guna meningkatkan kapasitas tampung air.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) dan Bina Konstruksi Lamongan, Saikhu mengatakan, revitalisasi terdiri dari 45 paket pengerukan waduk dan rawa, 20 paket pembangunan embung, 27 paket rehabilitasi embung, serta dua paket peninggian tanggul.
"Sebanyak 45 paket berupa pengerukan waduk maupun rawa, 20 paket pembangunan embung, 27 paket rehabilitasi embung, serta dua paket peninggian tanggul," kata Saikhu kepada wartawan, Senin (29/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Saikhu, program tersebut menyasar waduk dan embung di sejumlah kecamatan, di antaranya Karanggeneng, Sekaran, Modo, Tikung, Babat, Solokuro, Sukorame, Sambeng, Brondong, Mantup, Maduran, Karangbinangun, Kedungpring, Sarirejo, Sukodadi, Sugio, hingga Bluluk.
Pendanaan revitalisasi berasal dari berbagai sumber, yakni APBD Kabupaten Lamongan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan pemerintah pusat. Besaran anggaran di setiap lokasi disesuaikan dengan volume serta jenis pekerjaan yang dilakukan.
Salah satu proyek yang mulai dikerjakan adalah pengerukan Waduk Gondang di Kecamatan Sugio. Saat ini, proses pengerukan di waduk yang diresmikan oleh Presiden Soeharto di masa prde baru itu telah memasuki tahap persiapan dengan pemasangan sarana pendukung untuk menjangkau bagian tengah waduk. "Pengerukan Waduk Gondang menggunakan dredger," ujarnya.
Saikhu menjelaskan, dredger merupakan kapal khusus yang dilengkapi peralatan untuk mengeruk endapan di dasar perairan sehingga kapasitas tampung waduk dapat kembali optimal.
Baca juga: Mahasiswa Demo DPRD Lamongan, Soroti Hal Ini |
Selain mengurangi sedimentasi, pembangunan dan rehabilitasi embung juga ditujukan untuk meningkatkan cadangan air guna mendukung irigasi pertanian dan mengantisipasi kekeringan saat musim kemarau. Sementara itu, peninggian tanggul dilakukan untuk memperkuat infrastruktur pengairan sekaligus mengurangi risiko luapan air di sejumlah wilayah.
Menurut Saikhu, revitalisasi waduk, rawa, dan embung menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsi infrastruktur sumber daya air yang selama ini mengalami penurunan kapasitas akibat sedimentasi maupun kerusakan.
"Dengan meningkatnya kapasitas tampung air, diharapkan pasokan air untuk pertanian dan kebutuhan masyarakat dapat kembali optimal serta menopang sektor pertanian sebagai salah satu penyangga utama perekonomian Kabupaten Lamongan," pungkasnya.
