Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperkuat kolaborasi dengan komunitas kreator digital untuk membangun komunikasi publik yang lebih adaptif dan kreatif. Langkah itu diwujudkan melalui agenda Gov x Creator Connect Vol. 2 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan bertema Navigating the Future of Digital Communication for Sidoarjo's Growth itu diikuti 110 peserta. Mereka terdiri dari 46 pegiat media sosial, 64 admin media sosial organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan instansi vertikal, seperti Polresta Sidoarjo, Kodim 0816/Sidoarjo, PLN, hingga Bank Jatim.
Bupati Sidoarjo Subandi menyebut, birokrasi di era digital harus mampu bergerak cepat dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, ruang digital kini menjadi bagian penting dalam pelayanan publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Birokrasi Sidoarjo harus siap bergerak dan adaptif. Seluruh jajaran pemerintah harus aktif memanfaatkan ruang digital sebagai bagian dari pelayanan publik," ujar Subandi, Jumat (26/6/2026).
Ia menilai keberhasilan komunikasi publik saat ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kreator konten. Oleh karena itu, ia meminta Diskominfo menjadi motor penggerak transformasi komunikasi digital di lingkungan Pemkab Sidoarjo.
Menurutnya, Diskominfo juga harus mampu memfasilitasi lahirnya ide-ide kreatif agar informasi pembangunan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara cepat, akurat, dan mudah dipahami.
Subandi juga memaparkan peta jalan transformasi digital yang tengah dijalankan Pemkab Sidoarjo Saat ini, setiap OPD telah memiliki dashboard digital internal.
"Pada tahun 2027, seluruh aplikasi tersebut ditargetkan terintegrasi dalam satu dashboard pemerintahan terpadu. Melalui integrasi ini, pemantauan program seperti pendapatan daerah, perizinan, infrastruktur, hingga penanganan banjir dapat dilakukan secara real-time sebagai dasar pengambilan kebijakan," tuturnya.
Untuk mendukung pengembangan sistem berbasis data itu, Pemkab Sidoarjo juga menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair).
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Sidoarjo Eri Sudewo menjelaskan dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi platform digital dan komunikasi publik dari Social Media Strategist Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Farchan Noor Rachman.
Selain itu, sejumlah kreator digital lokal juga berbagi pengalaman mengenai strategi storytelling serta membangun keterikatan (engagement) dengan audiens di media sosial.
"Kami berharap kegiatan ini menyelaraskan persepsi antara komunikasi pemerintah dan harapan pegiat media sosial, sehingga informasi pembangunan berdampak nyata," kata Eri.
(irb/hil)
