Pemkab Sidoarjo Beri Layanan Kesehatan untuk 5.325 ODGJ Berat

Pemkab Sidoarjo Beri Layanan Kesehatan untuk 5.325 ODGJ Berat

Suparno - detikJatim
Selasa, 23 Jun 2026 16:45 WIB
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat sebanyak 5.325 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat telah mendapatkan layanan kesehatan sepanjang tahun 2025. Data tersebut menjadi dasar pemetaan kebutuhan layanan kesehatan jiwa di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sidoarjo, dr Rahmi Alfiyanti Nisaul Khoiro mengatakan, pemetaan dilakukan untuk memastikan seluruh pasien memperoleh akses pengobatan dan pendampingan secara berkelanjutan.

"Data ini menjadi dasar kami dalam memetakan kebutuhan layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Sidoarjo. Tujuannya agar setiap sasaran dapat memperoleh akses pengobatan yang berkesinambungan dan layanan yang merata," kata Rahmi kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data Dinkes Sidoarjo, dari total 5.325 ODGJ berat yang terlayani, mayoritas merupakan penderita skizofrenia. Rinciannya, kelompok usia 0-14 tahun sebanyak 5 orang, usia 15-59 tahun sebanyak 4.622 orang, dan usia di atas 60 tahun sebanyak 647 orang.

ADVERTISEMENT

Sementara untuk kategori psikotik akut, tercatat 1 orang pada kelompok usia 0-14 tahun, sebanyak 35 orang pada usia 15-59 tahun, dan 15 orang pada usia di atas 60 tahun.

Secara keseluruhan, jumlah ODGJ berat yang mendapatkan layanan terdiri dari 6 orang usia 0-14 tahun, 4.657 orang usia produktif 15-59 tahun, dan 662 orang lansia. Totalnya mencapai 5.325 orang yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Jika dilihat berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Taman menjadi daerah dengan jumlah ODGJ berat terbanyak yakni 322 orang. Disusul Kecamatan Sukodono sebanyak 255 orang, Waru 252 orang, Candi 226 orang, Sedati 223 orang, Sidoarjo Kota 217 orang, Buduran 211 orang, Trosobo 195 orang, Prambon 188 orang, dan Krian 187 orang.

Sedangkan berdasarkan cakupan pelayanan puskesmas, wilayah kerja Puskesmas Taman mencatat jumlah ODGJ berat terlayani tertinggi sebanyak 413 orang. Berikutnya Puskesmas Sidoarjo melayani 397 orang dan Puskesmas Waru sebanyak 342 orang.

Menurut Dinkes, tingginya jumlah sasaran di wilayah tersebut dipengaruhi oleh kepadatan penduduk serta kompleksitas persoalan sosial dan ekonomi yang berkembang di kawasan penyangga perkotaan.

Untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan jiwa, Dinkes Sidoarjo terus melakukan sejumlah langkah strategis. Mulai dari pemerataan distribusi obat, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader kesehatan jiwa, edukasi kepada keluarga pasien, hingga memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan lingkungan RT/RW.

"Melalui pemetaan ini kami berharap tidak ada lagi penderita yang terlewat dari layanan kesehatan. Kolaborasi dengan kader, pemerintah desa, hingga lingkungan RT/RW termasuk keluarga sangat penting agar setiap kasus dapat segera teridentifikasi dan memperoleh penanganan yang tepat," ujar Rahmi.

Selain pengobatan dan pendampingan, Dinkes juga memperkuat promosi kesehatan mental kepada masyarakat. Skrining kesehatan jiwa kini telah terintegrasi dalam layanan primer melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sehingga masyarakat dapat melakukan pemeriksaan dan konsultasi lebih dini.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap penguatan layanan kesehatan jiwa tersebut dapat memperluas jangkauan pelayanan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, serta memastikan setiap warga yang membutuhkan mendapatkan pengobatan dan pendampingan secara tepat dan berkelanjutan.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads