Teka-teki Sopir Sekretaris Dinas yang Tewas Dalam Mobil di Juanda

Round Up

Teka-teki Sopir Sekretaris Dinas yang Tewas Dalam Mobil di Juanda

Amir Baihaqi - detikJatim
Jumat, 26 Jun 2026 07:19 WIB
Evakuasi wanita ditemukan tewas dalam mobil pelat merah di Bandara Juanda.
Evakuasi wanita ditemukan tewas dalam mobil pelat merah di Bandara Juanda. (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Misteri kematian Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Sekdin PRKP) Kabupaten Bangkalan memunculkan fakta baru. Pihak keluarga bersama kuasa hukum menyebut indikasi kuat adanya unsur pidana setelah melihat rekaman (CCTV) di kawasan Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya membeberkan bahwa jasad korban diduga sengaja dibuang dan ditinggalkan di area parkir bandara. Dari rekaman CCTV, mobil dinas Toyota Kijang Innova hitam berpelat merah tersebut ternyata tidak dikemudikan oleh korban saat memasuki area bandara untuk mengambil tiket parkir.

"Dari rekaman CCTV saat kendaraan masuk ke area parkir dan mengambil tiket, terlihat ada sosok laki-laki di dalam mobil tersebut," ungkap Risang kepada detikJatim, Jumat (26/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerak-gerik mencurigakan pria misterius itu tidak berhenti sampai di situ, setelah memarkirkan mobil dinas berisi jasad korban, sang pria langsung bergegas pergi meninggalkan lokasi kejadian dengan penyamaran yang cukup rapi guna menyembunyikan identitasnya.

ADVERTISEMENT

"Setelah mobil parkir, terlihat seorang laki-laki keluar dari kendaraan. Yang bersangkutan memakai masker dan kacamata, kemudian meninggalkan area parkir menggunakan taksi online," beber Risang.

Risang menduga hilangnya nyawa ASN bukan terjadi di area bandara, melainkan di lokasi lain yang masih misterius. Bandara Juanda disinyalir kuat hanya dijadikan tempat untuk menghilangkan jejak.

"Dugaan sementara kami, korban meninggal di lokasi lain. Setelah itu jenazah dibawa ke area bandara dan ditinggalkan di dalam mobil dengan posisi jok direbahkan," terangnya.

Risang menekankan bahwa tindakan menaruh dan mengunci jasad di dalam mobil dinas tanpa melapor ke pihak berwajib sudah memenuhi delik pelanggaran hukum pidana secara konkret, terlepas dari apa pun penyebab kematian korban nantinya.

"Setidaknya ada unsur tidak melaporkan dan menyembunyikan peristiwa kematian. Itu sudah masuk ranah hukum. Namun motifnya masih belum diketahui, apakah berkaitan dengan tindak pidana lain atau tidak," urai Risang.

"Kalau ternyata korban meninggal karena sakit atau sebab alamiah, tetap ada persoalan hukum terkait dugaan menyembunyikan dan tidak melaporkan peristiwa kematian. Namun jika ditemukan unsur kekerasan atau pembunuhan, tentu akan berkembang menjadi perkara yang lebih serius, termasuk dugaan pembunuhan dan penyembunyian jenazah," imbuh Risang.

Jenazah korban kini telah diserahkan ke keluarga. Risang menyebut jenazah tiba di rumah duka pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.30 WIB dan telah dikebumikan oleh pihak keluarga pada pukul 08.00 WIB.

Kini, sembari menunggu hasil analisis sampel forensik keluar, keluarga berharap penuh agar aparat kepolisian bisa bergerak cepat memburu pria bermasker yang terekam kamera bandara tersebut.

"Semua akan menjadi terang setelah hasil autopsi resmi keluar dan orang yang terlihat di CCTV berhasil ditemukan. Kami berharap kepolisian dapat segera mengungkap peristiwa ini secara tuntas," pungkas Risang.

Sebelumnya, seorang wanita ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota Kijang Innova berpelat merah yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Rabu (24/6/2026). Informasi yang dihimpun, ditemukan darah mengalir di sekitar mobil tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil tersebut diketahui telah masuk ke area parkir Terminal 1 Bandara Juanda sejak Sabtu (20/6/2026). Dari data parkir, kendaraan itu belum pernah keluar hingga akhirnya ditemukan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia di dalamnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads