Terekam CCTV, Pria Bermasker Keluar dari Mobil Sekdin yang Tewas di Juanda

Terekam CCTV, Pria Bermasker Keluar dari Mobil Sekdin yang Tewas di Juanda

Suparno - detikJatim
Kamis, 25 Jun 2026 15:45 WIB
Evakuasi wanita ditemukan tewas dalam mobil pelat merah di Bandara Juanda.
Evakuasi wanita ditemukan tewas dalam mobil pelat merah di Bandara Juanda. (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Misteri kematian RJS (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Sekdin PRKP) Kabupaten Bangkalan masuk ke babak baru. Pihak keluarga bersama kuasa hukum mendeteksi indikasi kuat adanya unsur pidana setelah melihat rekaman kamera pengawas (CCTV) di kawasan Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya membeberkan bahwa jasad RJS diduga sengaja dibuang dan ditinggalkan di area parkir bandara. Dari rekaman CCTV yang diputar kembali, mobil dinas Toyota Kijang Innova hitam berpelat merah tersebut ternyata tidak dikemudikan oleh korban saat memasuki area bandara untuk mengambil tiket parkir.

"Meski hasil autopsi resmi belum keluar, kami meyakini ada orang lain di dalam mobil selain korban. Dari rekaman CCTV saat kendaraan masuk ke area parkir dan mengambil tiket, terlihat ada sosok laki-laki di dalam mobil tersebut," ungkap Risang kepada detikJatim melalui sambungan telepon seluler, Kamis (25/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerak-gerik mencurigakan pria misterius itu tidak berhenti sampai di situ. Berdasarkan rekaman visual kamera pengawas, setelah memarkirkan mobil dinas berisi jasad korban, sang pria langsung bergegas pergi meninggalkan lokasi kejadian dengan penyamaran yang cukup rapi guna menyembunyikan identitasnya.

"Setelah mobil parkir, terlihat seorang laki-laki keluar dari kendaraan. Yang bersangkutan memakai masker dan kacamata, kemudian meninggalkan area parkir menggunakan taksi online," lanjut Risang membeberkan petunjuk emas tersebut.

ADVERTISEMENT

Dugaan Korban Tewas di Luar Bandara Juanda

Berangkat dari temuan visual dan kondisi jasad korban saat dievakuasi, tim kuasa hukum menduga kuat bahwa hilangnya nyawa sang pejabat tidak terjadi di area bandara, melainkan di lokasi lain yang masih misterius. Bandara Juanda disinyalir kuat hanya dijadikan tempat untuk menyamarkan jejak kematian korban.

"Dugaan sementara kami, korban meninggal di lokasi lain. Setelah itu jenazah dibawa ke area bandara dan ditinggalkan di dalam mobil dengan posisi jok direbahkan," terangnya.

Risang menekankan bahwa tindakan menaruh dan mengunci jasad di dalam mobil dinas tanpa melapor ke pihak berwajib sudah memenuhi delik pelanggaran hukum pidana secara konkret, terlepas dari apa pun penyebab kematian korban nantinya.

"Setidaknya ada unsur tidak melaporkan dan menyembunyikan peristiwa kematian. Itu sudah masuk ranah hukum. Namun motifnya masih belum diketahui, apakah berkaitan dengan tindak pidana lain atau tidak," urai Risang.

Menanti Hasil Resmi Autopsi Forensik

Mengenai arah dan klasifikasi pasal pidana yang akan diterapkan, keluarga mengaku realisasinya akan bergantung pada hasil uji laboratorium forensik. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan korban meninggal wajar karena sakit, maka perkara akan fokus pada delik penyembunyian kematian. Namun, jika tim dokter menemukan tanda kekerasan, kasus ini dipastikan melebar ke kasus yang jauh lebih berat.

"Kalau ternyata korban meninggal karena sakit atau sebab alamiah, tetap ada persoalan hukum terkait dugaan menyembunyikan dan tidak melaporkan peristiwa kematian. Namun jika ditemukan unsur kekerasan atau pembunuhan, tentu akan berkembang menjadi perkara yang lebih serius, termasuk dugaan pembunuhan dan penyembunyian jenazah," tegas Risang.

Ia juga menambahkan jika nantinya ada aset atau barang berharga korban yang raib dibawa kabur, kasus ini berpotensi merembet ke ranah pencurian atau penggelapan.

Saat ini, jenazah RJS sendiri telah tiba di rumah duka pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.30 WIB dan telah dikebumikan oleh pihak keluarga pada pukul 08.00 WIB. Sembari menunggu hasil analisis sampel forensik keluar, keluarga berharap penuh agar aparat kepolisian bisa bergerak cepat memburu pria bermasker yang terekam kamera bandara tersebut.

"Semua akan menjadi terang setelah hasil autopsi resmi keluar dan orang yang terlihat di CCTV berhasil ditemukan. Kami berharap kepolisian dapat segera mengungkap peristiwa ini secara tuntas," pungkas Risang.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads