Sederet Fakta Antrean Panjang Truk Cari Solar Bikin Repot Pengendara Lain

Sederet Fakta Antrean Panjang Truk Cari Solar Bikin Repot Pengendara Lain

Mira Rachmalia - detikJatim
Kamis, 25 Jun 2026 13:00 WIB
Antrean solar truk-truk kontainer di SPBU Pertamina Simo Pomahan.
Antrean solar truk-truk kontainer di SPBU Pertamina Simo Pomahan (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Antrean panjang kendaraan pengangkut barang terjadi di sejumlah SPBU wilayah barat Surabaya akibat para sopir truk berburu solar subsidi. Ratusan truk mengular hingga sekitar satu kilometer di kawasan Margomulyo dan Simo Pomahan, Rabu (24/6/2026), sehingga menyebabkan kepadatan lalu lintas.

Para sopir mengaku harus menunggu berjam-jam karena pasokan solar di sejumlah SPBU terbatas.

Berikut sederet fakta terkait antrean panjang truk pengangkut barang yang mencari solar subsidi di Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fakta Antrean Truk Berburu Solar Subsidi

1. Antrean Satu Kilometer di Surabaya Barat

Antrean kendaraan besar terjadi di SPBU Pertamina Simo Pomahan dan SPBU 54.601.94 Jalan Margomulyo, Surabaya. Ratusan truk terlihat berjajar di sisi kiri jalan dengan panjang antrean mencapai sekitar satu kilometer.

Di kawasan Simo Pomahan, antrean membentang dari Jalan Sukomanunggal, Jalan Simo Jawar, hingga Jalan Simo Pomahan yang berada dekat Gerbang Tol Banyuurip. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas menuju kawasan Simo mengalami kepadatan.

ADVERTISEMENT

Antrean serupa juga terjadi di Jalan Margomulyo. Puluhan truk mengular hingga mendekati kawasan Kalianak dan memenuhi lajur kiri jalan.

2. Kesaksian Sopir Truk

Salah seorang sopir truk, Rikky Ardiansyah, mengatakan banyak SPBU di kawasan barat Surabaya mengalami keterbatasan pasokan solar dalam beberapa pekan terakhir.

"Jadi banyak truk-truk itu biasanya ngisi di sekitaran Osowilangon, Margomulyo, Tambak Langon, Kalianak. Tapi beberapa minggu terakhir ini, di SPBU wilayah itu kosong solarnya atau terbatas, siang sedikit sudah habis," jelas Rikky kepada detikJatim, Rabu (24/6/2026).

Akibat kondisi tersebut, para sopir terpaksa berpindah mencari SPBU yang masih memiliki stok solar sehingga terjadi penumpukan kendaraan di beberapa lokasi.

"Akhirnya teman-teman sopir truk itu bergeser cari ke SPBU yang tersedia Solar salah satunya di Simo Pomahan ini, sama di Bunderan Margomulyo. Jadi sekarang sulit cari SPBU tersedia solar khususnya di wilayah yang banyak dilintasi truk," tambahnya.

3. Sopir keluhkan pembatasan pembelian

Selain persoalan stok, para sopir juga mengeluhkan proses pembelian solar subsidi yang dinilai semakin sulit karena adanya pembatasan.

"Verifikasinya juga agak rumit, sopir truk dipersulit dan dibatasi pembelian solarnya," tambah Rikky.

Keluhan serupa disampaikan Sukardi, sopir truk yang mengaku sudah mencari solar sejak dari wilayah Waru, Sidoarjo.

"Tadi dari waru sudah mencari SPBU. Tapi pada habis. Dan ternyata di Margomulyo baru ada solarnya," kata Sukardi, Rabu (24/6/2026).

4. Antrean solar berdampak pada pengiriman barang

Panjangnya antrean membuat aktivitas distribusi barang ikut terganggu. Para sopir khawatir keterlambatan mendapatkan solar dapat membuat pengiriman barang terhambat.

"Saya berharap agar solar ini gak sulit didapatkan. Biar pengiriman lancar dan perekonomian masyarakat tak terhambat," tambah Sukardi.

Sukardi mengaku telah mengantre sekitar tiga jam sebelum akhirnya bisa mendekati area pengisian.

"Sudah 3 jam antre dari sana (Jalan Margomulyo). Tadi jam 10 sudah antre, sekarang (13.12) baru mau ngisi," kata Sukardi.

Ia mengatakan keterlambatan pengisian solar membuat pengiriman barang menuju kawasan Teluk Lamong ikut terdampak.

"Ini mau antar paket ke Teluklamong. Pasti paket orang-orang akan telat nanti," ujarnya.

5. SPBU buka tiga dispenser untuk kurangi antrean

Kepala Regu SPBU 54.601.94 Margomulyo, Andika, mengatakan antrean solar sudah terjadi sejak pagi hari. Bahkan sejumlah truk telah datang sebelum SPBU mulai beroperasi.

"Kalau antrean pengisian solar terjadi sejak pagi. Bahkan sebelum SPBU buka," kata Andika.

Menurutnya, keterlambatan pengiriman solar membuat stok di SPBU sempat kosong pada malam sebelumnya.

"Tapi kita memang tutup jam 10 malam. Solar baru datang tadi pagi, pas buka solar sudah ada. Tapi truk-truk itu sudah antre panjang," tuturnya.

Untuk mengurangi kepadatan antrean, pihak SPBU mengoperasikan tiga dispenser khusus pengisian solar.

"Sudah kita buka tiga pompa pengisian solar dengan harapan bisa mengurangi antrean," pungkasnya.

Para sopir berharap pasokan solar subsidi kembali normal agar aktivitas logistik dan pengiriman barang tidak mengalami keterlambatan.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads