Antrean panjang truk pengangkut barang yang berburu solar subsidi terjadi di sejumlah SPBU di Surabaya. Ratusan kendaraan besar mengular hingga sekitar satu kilometer di kawasan Margomulyo dan Simo Pomahan, Surabaya memicu kemacetan panjang, Rabu (24/6/2026).
Para sopir mengaku harus mengantre selama berjam-jam demi mendapatkan solar. Kelangkaan pasokan di sejumlah SPBU wilayah barat Surabaya membuat truk-truk dari berbagai daerah terpaksa berpindah lokasi, sehingga antrean kendaraan semakin panjang.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean terjadi di SPBU Pertamina Simo Pomahan dan SPBU 54.601.94 Jalan Margomulyo. Di dua lokasi itu, kendaraan besar berjajar di sisi kiri jalan hingga mencapai sekitar satu kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kawasan Simo Pomahan, antrean kendaraan membentang dari Jalan Sukomanunggal, Jalan Simo Jawar, hingga Jalan Simo Pomahan yang berada dekat Gerbang Tol Banyuurip. Kondisi itu menyebabkan kepadatan lalu lintas menuju kawasan Simo.
Antrean serupa juga terjadi di Jalan Margomulyo. Puluhan truk mengular hingga mendekati kawasan Kalianak dan memenuhi lajur kiri jalan.
Salah seorang sopir truk, Rikky Ardiansyah mengatakan, banyak SPBU di kawasan barat Surabaya mengalami keterbatasan pasokan solar dalam beberapa pekan terakhir.
"Jadi banyak truk-truk itu biasanya ngisi di sekitaran Osowilangon, Margomulyo, Tambak Langon, Kalianak. Tapi beberapa minggu terakhir ini, di SPBU wilayah itu kosong solarnya atau terbatas, siang sedikit sudah habis," jelas Rikky kepada detikJatim, Rabu (24/6/2026).
Akibat kondisi tersebut, para sopir terpaksa mencari SPBU yang masih memiliki stok solar sehingga terjadi penumpukan kendaraan di sejumlah titik.
"Akhirnya teman-teman sopir truk itu bergeser cari ke SPBU yang tersedia Solar salah satunya di Simo Pomahan ini, sama di Bunderan Margomulyo. Jadi sekarang sulit cari SPBU tersedia solar khususnya di wilayah yang banyak dilintasi truk," tambahnya.
Selain persoalan stok, Rikky juga mengeluhkan pembatasan pembelian solar subsidi.
"Verifikasinya juga agak rumit, sopir truk dipersulit dan dibatasi pembelian solarnya," tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Sukardi, sopir truk yang mengaku telah berkeliling mencari solar sejak dari wilayah Waru, Sidoarjo.
"Tadi dari waru sudah mencari SPBU. Tapi pada habis. Dan ternyata di Margomulyo baru ada solarnya," kata Sukardi, Rabu (24/6/2026).
Menurut Sukardi, kelangkaan solar dan panjangnya antrean dapat berdampak terhadap distribusi barang karena kendaraan harus berhenti berjam-jam sebelum melanjutkan perjalanan.
"Saya berharap agar solar ini gak sulit didapatkan. Biar pengiriman lancar dan perekonomian masyarakat tak terhambat," tambahnya.
Sukardi mengaku telah mengantre selama sekitar tiga jam sebelum akhirnya mendekati area pengisian.
"Sudah 3 jam antre dari sana (Jalan Margomulyo). Tadi jam 10 sudah antre, sekarang (13.12) baru mau ngisi," kata Sukardi.
Ia mengatakan keterlambatan pengisian solar membuat pengiriman barang menuju kawasan Teluk Lamong terhambat. "Ini mau antar paket ke Teluklamong. Pasti paket orang-orang akan telat nanti," ujarnya.
Sementara itu, sopir lainnya bernama Sugeng mengaku rela mengantre lama demi mendapatkan solar.
"Antre jam 11 siang tadi. Dari waru sampai Margomulyo baru dapat solar, gak papa antre lamaa yang penting dapat solar," kata Sugeng.
Para sopir berharap pasokan solar segera kembali normal agar aktivitas logistik tidak terganggu. "Semoga bisa segera kembali seperti semula dan tidak antre lagi, biar pengiriman tidak mengalami keterlambatan," pungkas Sugeng.
Di sisi lain, Kepala Regu SPBU 54.601.94 Margomulyo, Andika, mengatakan antrean sudah terjadi sejak pagi hari. Bahkan sejumlah truk telah datang sejak dini hari sebelum SPBU beroperasi.
"Kalau antrean pengisian solar terjadi sejak pagi. Bahkan sebelum SPBU buka," kata Andika.
Menurutnya, keterlambatan pengiriman solar membuat stok di SPBU sempat habis pada malam sebelumnya.
"Tapi kita memang tutup jam 10 malam. Solar baru datang tadi pagi, pas buka solar sudah ada. Tapi truk-truk itu sudah antre panjang," tuturnya.
Untuk mengurangi kepadatan antrean, pihak SPBU mengoperasikan tiga dispenser khusus pengisian solar. "Sudah kita buka tiga pompa pengisian solar dengan harapan bisa mengurangi antrean," pungkasnya.
(auh/hil)
