Ratusan aktivis mahasiswa Tulungagung menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD. Mereka menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk pemadaman listrik bergilir yang dinilai telah merugikan masyarakat miliaran rupiah.
Dengan membentangkan sejumlah spanduk dan poster, aktivis Dema Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah (Satu) Tulungagung dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berkeliling di sejumlah jalan protokol sambil menggelar panggung orasi.
Puncaknya ratusan mahasiswa tersebut menggelar aksi terbuka di depan gedung DPRD Tulungagung. Tak hanya sekadar berorasi, mahasiswa juga menggelar aksi teaterikal untuk mengkritik pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa spanduk bertuliskan, stop eksploitasi APBN, koruptor simpan harta RUU-nya ditunda, menuju Indonesia bangkrut, kacau mania dan beberapa tulisannya.
Koordinator aksi Hendra Nurdiansyah, mengatakan ada 13 tuntutan yang disampaikan anggota dewan dan pemerintah, di antaranya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga pemadaman listrik PLN bergilir.
"Pemadaman listrik bergilir telah mengakibatkan kerugian bagi masyarakat. Kami temukan salah satu kelompok saja, kelompok peternakan ikan itu mengalami Rp1,8 miliar dalam kurun waktu kurang lebih 2 hari," kata Hendra, Rabu (24/6/2026).
Pihaknya mendesak PT PLN melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem pelayanan kelistrikan di seluruh wilayah Tulungagung. Ia juga meminta PLN untuk menyampaikan secara terbuka terhadap dampak yang ditimbulkan.
"Menuntut tersedianya mekanisme kompensasi dan pertanggungjawaban yang adil serta sesuai ketentuan perundang-undangan bagi pelanggan yang mengalami kerugian," imbuhnya.
Selain persoalan listrik, mahasiswa juga menyoroti program MBG karena dinilai telah merongrong APBN secara besar-besaran. Program tersebut secara nyata telah menjadi sumber kebocoran anggaran negara, terbukti dari tertangkapnya pimpinan BGN dalam kasus dugaan korupsi.
"Soal MBG Tulungagung perlu adanya evaluasi menyeluruh dari SPPG agar ke depannya tidak melakukan penyelewengan soal anggaran. MBG Tulungagung juga sering ada keracunan, ini juga harus menjadi perhatian," jelasnya.
Aliansi mahasiswa juga menyoroti program KDKMP yang dinilai masih belum jelas kemanfaatannya. Pihaknya menduga proyek tersebut juga bisa berpotensi menjadi ajang penyelewengan.
Aksi mahasiswa berlangsung hingga Rabu petang, meka ditemui oleh sejumlah pejabat DPRD Tulungagung, PLN dan perwakilan BGN Tulungagung.
