Ratusan buruh melanjutkan unjuk rasa di depan pabrik kertas PT Pakerin, Desa Bangun, Pungging, Mojokerto. Demonstrasi kali ini diwarnai saling dorong antara massa buruh dengan keamanan pabrik.
Aksi hari ini lanjutan dari demo Senin (22/6). Bahkan, sebagian buruh PT Pakerin bermalam di depan pabrik 3 hari terakhir. Mereka tidur di bawah tenda darurat dari terpal untuk menjaga aset pabrik agar tidak dijual oleh manajemen.
Unjuk rasa siang tadi diwarnai keributan kecil. Massa buruh terlibat saling dorong dengan keamanan pabrik. Beruntung kedua kubu bisa menahan diri sehingga tak sampai berujung ricuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi sempat terjadi insiden saling dorong dengan beberapa orang bayaran dari pihak perusahaan dengan kawan-kawan serikat. Sebenarnya hanya terprovokasi dengan apa yang disampaikan kawan-kawan. Alhamdulillah saat ini sudah kondusif," kata Ketua PC SPAI FSPMI Mojokerto, Eka Hernawati kepada wartawan di lokasi, Rabu (24/6/2026).
Tuntutan unjuk rasa tiga hari terakhir, lanjut Eka, tetap sama. Yaitu menagih upah ratusan buruh PT Pakerin bulan Januari-Maret 2026. Namun, sejauh ini belum ada kepastian dari manajemen terkait kapan upah mereka dicairkan.
"Sampai saat ini pihak perusahaan masih komunikasikan dengan pimpinan perusahaan terkait tuntutan kawan-kawan kapan upah mereka dibayarkan," jelasnya.
Eka menambahkan, para buruh bakal terus menginap di depan PT Pakerin sampai tuntutan mereka dikabulkan. Sejauh ini belum ada perwakilan manajemen yang bersedia menemui massa.
"Kami tidak bisa menunggu terlalu lama untuk kepastian itu. Sehingga kami harus memaksimalkan anggota untuk berjuang bersama-sama di depan PT Pakerin," tandasnya.
(auh/abq)
