Krisis Air di Madiun Makin Parah, 200 Rumah Terdampak

Krisis Air di Madiun Makin Parah, 200 Rumah Terdampak

Sugeng Harianto - detikJatim
Rabu, 24 Jun 2026 13:30 WIB
Warga Madiun krisis air bersih
Warga Madiun krisis air bersih/Foto: Sugeng Hariono/detikJatim/file
Madiun -

Krisis air bersih akibat matinya jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, semakin meluas. Setelah sebelumnya dikeluhkan warga Dusun Kedondong, Desa Pilangrejo, kini ratusan pelanggan di Desa Wungu juga mengalami gangguan serupa.

Kepala Unit PDAM Kecamatan Wungu Moh Fahmi Hakim membenarkan adanya keluhan warga terkait sering matinya aliran air PDAM. Menurutnya, keluhan tersebut telah disampaikan kepada pimpinan PDAM Kabupaten Madiun untuk dicarikan solusi.

"Keluhan warga Desa Wungu sama kondisi air sering mati dan sudah kita tampung untuk kita bahas bersama pimpinan PDAM cabang Kabupaten Madiun," jelas Fahmi kepada detikJatim, Rabu (24/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fahmi menyebut, sekitar 200 pelanggan PDAM di Desa Wungu terdampak krisis air akibat terganggunya jaringan distribusi.

ADVERTISEMENT

"Ada sekitar 200-an rumah pelanggan kita di Desa Wungu yang terdampak krisis air. Tapi kita secepatnya akan cari solusi bersama pimpinan," tandas Fahmi.

Sebelumnya, sebanyak 160 kepala keluarga di Dusun Kedondong, Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, mengeluhkan krisis air bersih akibat matinya jaringan PDAM yang terjadi hampir setiap hari.

"Kurang lebih sekitar 160 rumah Kepala keluarga pelanggan PDAM yang mengeluhkan kondisi jaringan air PDAM yang sering mati setiap hari," ujar Ketua RW 4 Desa Pilangrejo, Suyono (50), kepada detikJatim, Senin (22/6/2026).

Menurut Suyono, aliran air kerap mati saat warga sangat membutuhkan pasokan, mulai pagi hingga sore hari. Bahkan ketika air mengalir pada malam hari, debitnya sangat kecil sehingga warga harus berebut.

"Setiap hari pagi sampai sore bahkan malam juga mati. Saat hidup air buat rebutan hanya netes saja akhirnya," jelas Suyono.

Ia mengatakan, warga sudah berkali-kali menyampaikan keluhan kepada PDAM Unit Wungu. Namun, persoalan tersebut disebut telah berlangsung sekitar lima tahun.

"Sudah sering komplain tapi tetap tidak aa kelanjutan dari PDAM. Bahkan sejak lima tahun lalu. Mohon PDAM cabang Madiun segera cari solusi," papar Suyono.

Menurutnya, Dusun Kedondong berada di kaki Gunung Wilis dan tidak memiliki sumber air sumur tradisional. Sebelum jaringan PDAM masuk, warga memanfaatkan aliran sungai yang bersumber dari Gunung Wilis. Namun, kini sungai tersebut telah mengering.

"Dulu sebelum PDAM masuk warga gunakan air sungai depan rumah yang mengalir dari gunung wilis. Namun saat ini sudah tidak ada air di sungai," tandas Suyono.

Keluhan serupa disampaikan Wawan (45), warga RT 16. Ia mengaku kondisi air yang tidak stabil sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Kondisi seperti ini sudah lima tahun sejak kepala yang lama sydah berganti ganti. Ini kepalanya PDAM unit Wungu juga baru lagi,. Ini saya ambil air dari persawahan juga keruh saya tampung dalam sumur lama," tandas Wawan.

Sementara itu, Fahmi mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan PDAM Kabupaten Madiun untuk mencari solusi atas krisis air yang dialami warga.

"Memang benar kita dapat aduan terkait matinya air jaringan warga Dusun Kedondong. Kita masih kordinasi dengan pimpinan PDAM Kabupaten Madiun untuk cari solusi," tandas Fahmi.

Pantauan detikJatim, aliran sungai kecil di depan rumah warga yang dahulu menjadi sumber air alternatif kini telah mengering sehingga masyarakat semakin bergantung pada pasokan PDAM.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads