Bupati Sidoarjo Subandi mengingatkan seluruh kontraktor pelaksana proyek pemerintah agar mengerjakan pekerjaan tepat waktu dan sesuai spesifikasi. Ia tak ingin ada lagi proyek yang molor atau kualitasnya tidak sesuai.
Subandi mengatakan berbagai keterlambatan pekerjaan maupun deviasi proyek yang pernah terjadi harus menjadi bahan evaluasi bersama. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat harus menjaga kualitas pekerjaan karena pembangunan dilaksanakan menggunakan uang rakyat.
"Kita ingin berbenah. Kita koreksi persoalannya sampai di mana. Ke depan kontraktor harus bekerja tepat waktu dan mutunya harus bagus," kata Subandi, Senin (22/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan perbaikan tata kelola proyek menjadi salah satu fokus Pemkab Sidoarjo. Oleh karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaan proyek harus diperkuat sejak awal agar potensi persoalan di lapangan dapat dicegah.
Subandi juga secara khusus meminta para PPK lebih aktif mengawasi pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Hal itu juga sejalan dengan. arahan KPK. Ia menilai proyek yang terlambat hingga terkena denda menunjukkan ada proses yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
"Kepada para PPK saya minta betul-betul melakukan pengawasan. Kalau ada keterlambatan harus segera ditindaklanjuti. Saya tidak suka pekerjaan sampai terkena denda karena molor karena itu menunjukkan ada yang tidak berjalan sebagaimana mestinya," tegasnya.
Tak hanya pengawasan administrasi, Subandi meminta PPK dan konsultan pengawas turun langsung ke lapangan untuk memastikan progres pekerjaan sesuai kontrak dan spesifikasi teknis. Menurutnya, kualitas pembangunan di Sidoarjo sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak yang terlibat.
"Kalau ada pekerjaan yang tidak bagus harus diberikan catatan. Pengawasan harus dilakukan secara ketat karena baik buruknya pembangunan Sidoarjo tergantung pada komitmen kita bersama," ujarnya.
Selain menekankan kualitas pekerjaan, Subandi pun mendorong keterlibatan kontraktor lokal di dalam pembangunan daerah. Ia berharap paket paket pekerjaan yang nilainya masih dapat dikerjakan pelaku usaha lokal dapat diprioritaskan untuk kontraktor asal Sidoarjo agar manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kita ingin perputaran ekonomi terjadi di Sidoarjo. Kalau pekerjaan itu mampu dikerjakan kontraktor Sidoarjo, kita upayakan dikerjakan oleh kontraktor Sidoarjo sehingga daerah juga mendapatkan manfaat dari perputaran ekonomi dan pajaknya," tuturnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab. Sidoarjo, Moh. Bahrul Amig menyampaikan bahwa pada Tahun Anggaran 2026 Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengalokasikan 93 paket tender dengan total pagu anggaran sebesar Rp 290,3 miliar. Hingga Batch 2, proses tender telah mencakup 70 paket dengan nilai pagu mencapai Rp234,25 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 paket pekerjaan konstruksi dengan nilai kontrak sekitar Rp 108,5 miliar telah memasuki tahap penandatanganan kontrak.
Paket pekerjaan tersebut terdiri atas 20 paket di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tiga paket di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air, satu paket di Dinas Kesehatan, serta satu paket di Badan Kepegawaian Daerah.
"Beberapa proyek strategis yang akan segera dikerjakan antara lain pembangunan RSUD Sedati senilai Rp 42,6 miliar, peningkatan Jalan Blurukidul (Lingkar Timur)-Sidoklumpuk senilai Rp 21,65 miliar, peningkatan Jalan Kebonagung-Tambak Kemerakan senilai Rp 18,07 miliar, serta peningkatan Jalan Tambakcemandi-Tambakoso senilai Rp 10,96 miliar," jelasnya.
Selain itu, terdapat 20 paket rehabilitasi gedung SD dan SMP dengan total nilai Rp14,46 miliar yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo serta rehabilitasi gedung kantor senilai Rp 771,84 juta.
