Universitas Airlangga (Unair) memastikan sanksi akademis bagi sepasang mahasiswa yang terekam melakukan perbuatan asusila di dalam ruang kelas akan segera diputuskan. Kasus video mesum yang telanjur viral di media sosial tersebut saat ini sudah memasuki babak akhir pemeriksaan di tingkat Komisi Etik kampus.
Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair, Pulung Siswantara, membenarkan keabsahan video berdurasi 2 menit 15 detik yang diambil di salah satu gedung perkuliahan pekan lalu tersebut. Pihak rektorat menjamin proses penjatuhan sanksi akan dilakukan secara profesional.
"Sekarang mekanismenya sudah masuk di Komisi Etik untuk didalami lebih lanjut tentang kasus yang sedang beredar. Nah, oleh karena itu, saat ini Unair juga berusaha untuk memberikan sesuatu yang objektif, profesional, dan mengedepankan perlindungan hak seluruh pihak yang terlibat," ujar Pulung kepada awak media di Unair, Jumat (19/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pulung mengungkapkan bahwa tim pemeriksa internal bergerak cepat agar kepastian status hukum akademis kedua mahasiswa tersebut bisa langsung dikeluarkan dalam waktu dekat.
"Untuk sanksi akan dikeluarkan oleh Komisi Etik setelah pemeriksaan selesai. Tentunya mungkin tidak lama lagi gitu, ya," ungkapnya.
Di samping menyidang kedua pelaku yang saat ini sedang dinonaktifkan dari aktivitas kampus karena bertepatan dengan masa libur kuliah, Unair juga memanggil orang tua mereka masing-masing untuk dimintai keterangan.
"Orang tua juga diperiksa. Jadi karena memang anak ini masih berada di pengawasan orang tua, oleh karena itu orang tua juga kami datangkan untuk mencari bagaimana sebenarnya pendalaman perilaku ini," jelas Pulung.
"(Dua mahasiswa terkait) karena saat ini juga libur, jadi memang mereka tidak beraktivitas. Dan memang saat ini mereka juga sedang diperiksa oleh Komisi Etik," imbuhnya.
Meski sanksi tegas dipastikan segera meluncur, Pulung masih enggan membeberkan jenis hukuman yang akan dijatuhkan, termasuk potensi opsi skorsing berat maupun sanksi terburuk lainnya. "Kita akan lihat setelah ini, hasil pemeriksaan," tandasnya.
CCTV Kelas dan Aturan Etika Perilaku
Penyelewengan moral ini menjadi evaluasi besar bagi internal Unair. Pulung mengeklaim pihak kampus sebenarnya telah memasang perangkat digital pengawas di hampir setiap ruangan sebagai langkah antisipasi dini terhadap tindakan yang melanggar norma susila.
"Jadi kalau kita ngomong, di hampir semua ruang kelas di Universitas Airlangga sudah ada CCTV dan memang ada pengawasan. Jadi memang kami juga melalui Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) juga selalu, di setiap kali pertama kali mereka masuk di Universitas Airlangga juga selalu diberikan sosialisasi tentang pencegahan hal-hal seperti ini yang melanggar etika," terangnya.
Langkah preventif itu juga diperkuat dengan ikatan aturan resmi universitas. "Bahkan kami juga di Universitas Airlangga punya aturan tentang etika berperilaku," pungkas Pulung.
Selain fokus merampungkan vonis sanksi terhadap kedua pelaku mesum, Unair menyatakan juga sedang berkoordinasi untuk memburu oknum yang merekam serta menyebarkan video asusila tersebut ke jagat maya.
(ihc/dpe)
