Kata Unair soal Pencegahan Asusila Usai Viral Mahasiswa Mesum di Kelas

Kata Unair soal Pencegahan Asusila Usai Viral Mahasiswa Mesum di Kelas

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 19 Jun 2026 21:45 WIB
Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair Pulung Siswantara
Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair Pulung Siswantara. (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Universitas Airlangga (Unair) menyebut telah menerapkan langkah pencegahan tindakan asusila di kawasan perguruan tinggi. Selain dengan pemasangan CCTV, sosialisasi juga telah disampaikan kepada para mahasiswa.

"Jadi kalau kita ngomong, di hampir semua ruang kelas di Universitas Airlangga sudah ada CCTV dan memang ada pengawasan. Jadi memang kami juga melalui Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) juga selalu, di setiap kali pertama kali mereka masuk di Universitas Airlangga juga selalu diberikan sosialisasi tentang pencegahan hal-hal seperti ini yang melanggar etika," ujar Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair Pulung Siswantara kepada awak media di Kampus C Unair, Jumat (19/6/2026).

Ia menambahkan, pihak kampus juga memiliki aturan mengenai etika berperilaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahkan kami juga di Universitas Airlangga punya aturan tentang etika berperilaku," imbuhnya.

Sementara itu, terkait kasus dua mahasiswa yang viral terekam melakukan tindakan asusila di ruang kelas, Universitas Airlangga (Unair) telah memanggil orang tua mereka.

ADVERTISEMENT

Unair juga memastikan sanksi terhadap mahasiswa yang terlibat akan segera diputuskan usai pemeriksaan Komisi Etik.

"Jadi kalau kita ngomong memang dibenarkan adanya video tersebut. Tapi sekarang mekanismenya sudah masuk di Komisi Etik untuk didalami lebih lanjut tentang kasus yang sedang beredar. Nah, oleh karena itu, saat ini Unair juga berusaha untuk memberikan sesuatu yang objektif, profesional, dan mengedepankan perlindungan hak seluruh pihak yang terlibat," jelas Pulung.

Pulung mengungkapkan sanksi terhadap mahasiswa yang terlibat akan segera dikeluarkan setelah pemeriksaan rampung.

"Untuk sanksi akan dikeluarkan oleh Komisi Etik setelah pemeriksaan selesai. Tentunya mungkin tidak lama lagi gitu, ya," ungkapnya.

Selain memeriksa mahasiswa yang terlibat, Unair juga telah memanggil orang tua keduanya untuk mendalami kasus tersebut.

"Orang tua juga diperiksa. Jadi karena memang anak ini masih berada di pengawasan orang tua, oleh karena itu orang tua juga kami datangkan untuk mencari bagaimana sebenarnya pendalaman perilaku ini," jelasnya.

"(Dua mahasiswa terkait) karena saat ini juga libur, jadi memang mereka tidak beraktivitas. Dan memang saat ini mereka juga sedang diperiksa oleh Komisi Etik," imbuhnya.

Meski demikian, Pulung belum dapat memastikan bentuk sanksi yang akan dijatuhkan, termasuk kemungkinan skorsing. Menurutnya, hal itu masih menunggu hasil pemeriksaan Komisi Etik.

"Kita akan lihat setelah ini, hasil pemeriksaan," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, video berdurasi 2 menit 15 detik yang memperlihatkan sepasang muda-mudi diduga melakukan perbuatan asusila di salah satu ruang kelas Unair beredar luas di media sosial dan aplikasi perpesanan.

Dalam video tersebut, tampak seorang laki-laki dan perempuan berada di dalam ruang kelas yang sepi. Sekitar satu setengah menit setelah video berlangsung, keduanya menyadari keberadaan seseorang lain di dalam ruangan yang merekam aktivitas mereka.

Pihak kampus kemudian membenarkan bahwa pelaku dalam video tersebut merupakan sesama mahasiswa Unair dan peristiwa itu terjadi pada pekan lalu di salah satu gedung perkuliahan di lingkungan kampus. Selain menangani kasus melalui mekanisme internal, Unair juga mendalami pihak yang merekam dan menyebarkan video tersebut.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads