Pesilat Bojonegoro Meninggal di Kos-kosan Gresik Tinggalkan Pesan Pilu

Pesilat Bojonegoro Meninggal di Kos-kosan Gresik Tinggalkan Pesan Pilu

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Sabtu, 20 Jun 2026 14:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi. (Foto: Dok.Detikcom)
Gresik -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pemuda diduga pesilat berinisial MA (21) ditemukan meninggal di pintu kamar mandi sebuah rumah kos di wilayah Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik diduga bunuh diri. Korban diketahui bernama MA, warga Kabupaten Bojonegoro.

Informasi yang dihimpun detikJatim, peristiwa itu terjadi Kamis sekitar pukul 10.15 WIB. Sebelum ditemukan meninggal korban sempat mengirim pesan whastapp kepada kakaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pesan itu, korban diduga mengalami depresi akibat putus cinta dan banyak utang. Selain itu, korban berpesan kepada orang tuanya agar menyimpan baju perguruan silat yang menjadi kebanggannya untuk disimpan di almari baju.

Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui oleh teman korban, PA usai mendapat telepon dari kakak korban yang meminta agar kondisi adiknya dicek di tempat kos.

ADVERTISEMENT

"Teman korban mendapat informasi dari kakak korban sekitar pukul 10.50 WIB untuk mengecek keberadaan korban di kos. Saat dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam keadaan tergantung di pintu kamar mandi kos dan sudah meninggal dunia," ujar AKP Arif Rahman, Jumat (19/6/2026).

Setelah menerima laporan, petugas Polsek Menganti bersama Tim Inafis Polres Gresik dan tenaga medis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan terhadap jenazah.

"Hasil pemeriksaan tim Inafis dan tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal akibat gantung diri," katanya.

Berdasarkan keterangan keluarga, lanjut Arif, korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat putus cinta dan memiliki banyak hutang. Sebelum meninggal, korban juga sempat mengirim pesan kepada keluarganya.

"Dari keterangan kakak kandung korban, yang bersangkutan diduga mengalami masalah dengan pacarnya dan memiliki sejumlah utang kepada teman-temannya. Sebelum kejadian, korban juga mengirim pesan WhatsApp yang berisi curahan hati terkait permasalahan tersebut serta berpamitan kepada keluarga," jelasnya.

Dalam pesan WhatsApp yang dikirim kepada keluarga juga memuat permintaan maaf kepada kedua orang tua dan keluarganya. Korban juga mengungkapkan kekecewaan karena merasa belum bisa membahagiakan orang tua dan mengaku terbebani oleh persoalan hubungan asmara serta utang kepada sejumlah teman.

"Korban juga berpamitan kepada keluarganya melalui pesan tersebut. Isi pesannya kurang lebih meminta maaf kepada orang tua dan keluarga serta mengungkapkan beban pikiran yang sedang dialaminya," ungkap Arif.

Korban turut menyinggung hubungan asmara yang telah berakhir serta utang yang dimilikinya kepada sejumlah teman. Saat ini jenazah korban dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk dilakukan pemeriksaan luar. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi bermaterai.

"Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi. Mereka telah membuat surat pernyataan serta mengikhlaskan kepergian korban," pungkas Arif.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads