Seorang pemuda berinisial MA (21) ditemukan meninggal dalam kamar mandi rumah kos di wilayah Kecamatan Menganti, Gresik diduga karena bunuh diri. Korban diketahui merupakan warga asli Bojonegoro yang sedang merantau.
Informasi yang dihimpun detikJatim, peristiwa tragis itu terjadi Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 10.15 WIB. Sebelum ditemukan meninggal korban sempat mengirimkan pesan terakhir melalui aplikasi WhatsApp kepada sang kakak yang berisi curahan hati mengenai kondisi depresi yang dia alami.
Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman menjelaskan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui oleh teman korban berinisial PA. Saksi PA mengecek ke lokasi setelah menerima telepon darurat dari kakak kandung korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teman korban mendapat informasi dari kakak korban sekitar pukul 10.50 WIB untuk mengecek keberadaan korban di kos. Saat dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam keadaan tergantung di pintu kamar mandi kos dan sudah meninggal," ujar AKP Arif Rahman, Jumat (19/6/2026).
Setelah menerima laporan warga, petugas Polsek Menganti bersama Tim Inafis Polres Gresik dan tenaga medis langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan luar terhadap jenazah.
"Hasil pemeriksaan tim Inafis dan tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal bunuh diri," kata Arif.
Diduga Seorang Pesilat
Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan pada ponsel korban, polisi menemukan pesan WhatsApp berbahasa Jawa yang dikirimkan kepada pihak keluarga sesaat sebelum kejadian.
Dalam pesan tersebut, korban menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada kedua orang tuanya karena merasa belum bisa membahagiakan mereka. Korban juga mengaku kecewa terhadap dirinya sendiri lantaran tidak mampu menyelesaikan persoalan pelik yang sedang dihadapi.
"Isi pesannya kurang lebih meminta maaf kepada orang tua dan keluarga serta mengungkapkan beban pikiran yang sedang dialaminya," tambah Kapolsek.
Selain berpamitan, korban juga sempat menitipkan sejumlah barang pribadi kepada keluarga agar dirawat dengan baik. Salah satunya, korban berpesan khusus kepada orang tuanya untuk menyimpan seragam perguruan silat yang selama ini menjadi kebanggaannya di dalam lemari pakaian.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga. Pihak keluarga sendiri menolak dilakukan prosedur autopsi menyeluruh dan memilih langsung membawa korban pulang ke Bojonegoro.
"Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi. Mereka telah membuat surat pernyataan resmi bermaterai serta mengikhlaskan kepergian korban," pungkas Arif.
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, depresi, atau memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup, mohon segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau psikolog terdekat.
