Video yang memperlihatkan aksi asusila sepasang mahasiswa di ruang kelas Universitas Airlangga (Unair) memantik keprihatinan. Peristiwa itu menjadi perhatian karena terjadi di kampus yang mengusung motto Excellence with Morality atau unggul dengan moralitas.
Berdasarkan informasi yang beredar, video berdurasi 2 menit 15 detik itu memperlihatkan seorang laki-laki dan perempuan melakukan tindakan asusila di dalam ruang kelas saat kondisi kampus sedang sepi.
Dalam rekaman tersebut, pasangan itu tampak tidak menyadari keberadaan orang lain di dalam ruangan. Baru setelah sekitar satu setengah menit, keduanya diketahui menyadari ada seseorang yang berada di lokasi sekaligus merekam tindakan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak kampus membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi di kampusnya. Kini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kasus tersebut. Selain menelusuri pelaku yang terlibat, Unair juga mendalami bagaimana video itu direkam hingga akhirnya tersebar ke publik.
Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair Pulung Siswantara membenarkan bahwa video yang beredar tersebut melibatkan mahasiswa Universitas Airlangga.
"Universitas telah menerima informasi terkait video yang beredar. Sesama mahasiswa," kata Pulung saat dihubungi detikJatim, Kamis (18/6/2026).
Menurut Pulung, peristiwa tersebut terjadi pada pekan lalu di salah satu ruang kelas milik kampus.
"Di ruang kelas salah satu gedung kita, mbak. Sesama mahasiswa, kejadiannya minggu kemarin," ujarnya.
Setelah menerima informasi mengenai video tersebut, pihak kampus langsung melakukan penanganan sesuai prosedur internal yang berlaku. Saat ini, kasus tersebut telah diserahkan kepada Komisi Etik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Komisi Etik sesuai mekanisme yang berlaku," kata Pulung.
Proses pemeriksaan masih berlangsung sehingga kampus belum mengambil keputusan terkait sanksi terhadap pihak yang terlibat.
"Belum (diberikan sanksi), karena sekarang masih proses," ujarnya.
Pulung menjelaskan, hasil pemeriksaan Komisi Etik nantinya akan menjadi dasar bagi universitas dalam menentukan langkah dan keputusan selanjutnya. Kampus juga masih mendalami berbagai aspek dalam kasus tersebut, termasuk proses perekaman dan penyebaran video.
Karena itu, Unair meminta semua pihak untuk menghormati proses yang sedang berjalan dan tidak membuat spekulasi yang dapat memperkeruh situasi.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak ikut menyebarluaskan konten yang mengandung unsur asusila.
"Universitas berkomitmen menegakkan nilai-nilai etika dan tata perilaku sivitas akademika sesuai ketentuan yang berlaku," pungkasnya.
(abq/hil)
