Bentrokan antar-kelompok pesilat pecah di kawasan Kalijudan, Surabaya, pada Rabu (17/6/2026) dini hari. Insiden tersebut ternyata memakan korban luka lebih dari seorang.
Salah satu saksi mata di lokasi kejadian, Khusnul Hasana mengungkapkan bahwa korban luka akibat bentrokan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari tiga orang. Seluruh korban kini telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
"Lebih dari tiga (korban luka), ada yang dari RT 3 RW 5," kata Khusnul saat memberikan keterangan, Rabu (17/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusnul menambahkan, selain menimbulkan korban luka, bentrokan tersebut juga menyebabkan kerusakan fasilitas warga. Sebuah warung dilaporkan rusak dan satu unit mobil mengalami pecah kaca di bagian depan akibat terkena lemparan.
Sementara itu, Jono (69), seorang pemilik warung yang menjadi korban perusakan, mengaku tidak mengetahui pasti pemicu awal bentrokan. Menurutnya, massa berpakaian serba hitam tiba-tiba datang dari arah utara dan selatan lalu saling serang saat dirinya sedang berjaga.
"Awalnya saya tidak tahu, tapi mereka saling serang dari selatan dan utara saat warung sedang buka," ujar Jono.
Jono menyebutkan bahwa massa yang terlibat bentrokan tersebut masuk ke area pemukiman warga dengan membawa berbagai jenis benda tajam dan tumpul.
"Mereka masuk ke kampung-kampung membawa alat pemukul, sabuk, dan batu," imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian dilaporkan sudah mulai kondusif. Pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami motif bentrokan serta mengidentifikasi kelompok pesilat yang terlibat.
Sebelumnya, bentrokan antara dua kelompok pesilat pecah di Jalan Kalijudan Surabaya. Akibatnya, satu orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.
Informasi dihimpun bentrokan terjadi tepat di Kalijudan gang 10, 12, dan 14, Kecamatan Mulyorejo Surabaya pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Agus (42), warga setempat mengatakan saat bentrokan ia melihat salah seorang warga berinisial YD bersimbah darah dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Saya lihat ada korban, luka-luka," kata Agus, Rabu (17/6/2026).
