Banjir Rob Sedati Bawa Berkah bagi Emak-emak Cabut Duri Bandeng

Banjir Rob Sedati Bawa Berkah bagi Emak-emak Cabut Duri Bandeng

Suparno - detikJatim
Selasa, 16 Jun 2026 13:40 WIB
Emak-emak cabut duri bandeng di Sedati Sidoarjo
Emak-emak cabut duri bandeng di Sedati Sidoarjo/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Banjir rob yang menggenangi kawasan pesisir Kecamatan Sedati, Sidoarjo, ternyata membawa berkah tersendiri bagi sebagian warga. Salah satunya dirasakan Marsiati (59), warga Dusun Gisik Kidul, Desa Gisik Cemandi, yang membuka jasa cabut duri ikan bandeng di sekitar kolam pemancingan setempat.

Saat banjir rob melanda, aktivitas sebagian warga memang terganggu. Namun kondisi tersebut justru bertepatan dengan masa libur sehingga banyak penghobi memancing dari berbagai daerah datang ke kolam pemancingan di Desa Gisik Cemandi.

Usai memancing, para pengunjung tidak langsung pulang membawa hasil tangkapannya. Banyak di antara mereka memilih menunggu genangan rob surut sambil memanfaatkan jasa cabut duri bandeng yang disediakan warga sekitar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marsiati mengatakan, momen libur nasional seperti ini menjadi kesempatan bagi dirinya untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

ADVERTISEMENT

"Kalau hari libur seperti sekarang, banyak pemancing yang datang dari luar Sidoarjo. Hasil pancingannya langsung dibawa ke sini untuk dicabut durinya," kata Marsiati kepada detikJatim, Minggu (15/6/2026).

Menurutnya, meski banjir rob membuat sejumlah aktivitas warga terhambat, kondisi tersebut tidak mengurangi jumlah pemancing yang datang ke kawasan Gisik Cemandi.

"Biasanya kalau libur nasional memang ramai. Meskipun sedang rob, tetap banyak yang memancing. Justru ini menjadi berkah bagi kami yang membuka jasa cabut duri," ujarnya.

Marsiati mengaku dalam kondisi ramai dirinya mampu menyelesaikan pencabutan duri hingga 100 sampai 200 ekor bandeng dalam sehari.

"Kalau sedang ramai bisa 100 sampai 200 ekor bandeng yang saya kerjakan. Tergantung jumlah pemancing yang datang," ungkapnya.

Untuk jasanya tersebut, Marsiati mematok tarif Rp 3 ribu per ekor bandeng. Dengan jumlah pelanggan yang banyak saat libur panjang, pendapatan yang diperoleh cukup membantu kebutuhan keluarga.

"Satu ekor bandeng tarifnya Rp 3 ribu. Kalau bisa menyelesaikan sekitar 150 ekor, pendapatan yang saya terima sekitar Rp 450 ribu sehari," jelasnya.

Menurut Marsiati, jasa cabut duri bandeng menjadi pilihan para pemancing karena ikan bandeng dikenal memiliki banyak duri halus yang cukup sulit dibersihkan sendiri.

"Kalau sudah dicabut durinya, ikan lebih mudah diolah dan dimakan. Jadi banyak pemancing yang memilih langsung dibersihkan sebelum dibawa pulang," tandasnya.

Di tengah banjir rob yang masih merendam sejumlah wilayah pesisir Sedati, keberadaan jasa cabut duri bandeng menjadi salah satu aktivitas ekonomi warga yang tetap berjalan. Bahkan bagi Marsiati dan beberapa warga lainnya, kondisi tersebut justru menghadirkan rezeki tambahan dari ramainya kunjungan para penghobi memancing.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads